Hari Dharma Samudra, KSAL Pimpin Upacara Tabur Bunga Kenang Jasa Pahlawan


319 view
Hari Dharma Samudra, KSAL Pimpin Upacara Tabur Bunga Kenang Jasa Pahlawan
Foto: Brigitta Belia/detikcom
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali

Jakarta (SIB)

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memimpin upacara tabur bunga untuk memperingati hari Dharma Samudera 2023. Dengan mengangkat tema 'Kobarkan Semangat Perjuangan Samudra Untuk Kejayaan Indonesia', Ali berharap generasi penerus bangsa dapat mewujudkan nilai kepemimpinan terdahulunya.

Pantauan di Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara pada Senin (16/1) sekitar pukul 07.08 WIB, Laksamana TNI Muhhammad Ali memulai upacara tabur bunga di atas KRI Banda Aceh - 593. Upacara diawali dengan pembacaan sejarah dan penghormatan kepada arwah para pahlawan dengan mengheningkan cipta.

Dilanjutkan dengan pelarungan karangan bunga oleh Inspektur upacara serta penaburan bunga ke tengah laut Teluk Jakarta. Ali mengatakan acara tabur bunga ini untuk menghargai jasa para pahlawan, terutama pahlawan laut yang telah gugur dalam berjuang menegakkan kedaulatan NKRI.

"Momentum peringatan Hari Dharma Samudera telah mengingatkan para generasi penerus saat ini, khususnya para prajurit Jalasena, untuk terus mewujudkan nilai-nilai patriotisme, kepahlawanan dan kepemimpinan yang diwariskan oleh pendahulu, dalam pengabdiannya kepada TNI AL, TNI, bangsa dan negara tercinta, kata Ali pada wartawan, Senin (16/1).

Untuk diketahui, upacara ini diperingati setiap tahun oleh TNI AL untuk mengenang pertempuran yang terjadi di Laut Arafuru antara tentara Indonesia melawan Belanda untuk mempertahankan Irian Barat.

Hari Dharma Samudera juga dilakukan untuk memperingati peristiwa heroik Komodor Yos Sudarso yang gugur sebagai pahlawan. Sejarah singkatnya yakni pada tanggal 15 Januari 1962, 3 kapal cepat RI berjuang untuk merebut Irian Barat dari tangan penjajah Belanda.

Tiga kapal tersebut yakni Kapal RI Macan Tutul, Macan Kumbang, dan Harimau. Ketiga kapal itu tiba-tiba diikuti oleh dua pesawat terbang Belanda, disusul dua kapal musuh berjenis Destroyer dan Freegat. Yang kemudian menembakkan peluru tajam dan suar ke ketiga kapal cepat RI.

Dalam keadaan darurat, Komodor Yos Sudarso yang berada di Kapal RI Macan Tutul mengambil alih pimpinan. Ia segera memerintahkan tembakan balasan dan manuver perlawanan untuk mengecoh musuh. Hal ini membuat tembakan musuh terpusat di KRI Macan Tutul dan dua kapal lainnya dapat diselamatkan.

Namun karena kalah persenjataan, perlawanan menjadi tidak seimbang. Sehingga peristiwa tersebut mengakibatkan tenggelamnya kapal RI Macan Tutul dan gugurnya Komodor Yos Sudarso beserta sekitar 25 ABK kapal RI Macan Tutul. (detikcom/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com