Heboh Kecurangan Seleksi CPNS, BKN akan Diskualifikasi Peserta Curang


190 view
Heboh Kecurangan Seleksi CPNS, BKN akan Diskualifikasi Peserta Curang
(Foto: Tangkapan layar YouTube BKN)
Deputi Sistem Informasi Kepegawaian (Sinka) BKN, Suharman
Jakarta (SIB)
Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengungkap banyak menerima laporan dugaan kecurangan saat seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2021. Merespons hal itu, BKN melakukan analisis data peserta CPNS secara ketat dan akan mendiskualifikasi peserta yang melakukan kecurangan.

"Tentu teman-teman juga mendengar dan membaca banyak sekali terutama di sosial media ada potensi kecurangan yang terjadi di dalam pelaksanaan seleksi kompetensi dasar beberapa waktu yang lalu. BKN tentu saja dalam hal ini berterima kasih atas perhatian dari masyarakat terkait dalam pelaksanaan seleksi ini," kata Deputi Sistem Informasi Kepegawaian (Sinka) BKN, Suharman, dalam channel YouTube resmi BKN, Selasa (2/11).

Suharman mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan investigasi mengenai dugaan kecurangan CPNS ini. Akan tetapi, dia tidak menjelaskan soal lokasi secara lebih lanjut.

"Terkait dengan potensi kecurangan kami saat ini sudah melakukan investigasi tetapi juga melakukan investigasi lanjutan untuk beberapa titik lokasi yang juga dilaporkan oleh masyarakat," kata dia.

Suharman mengatakan saat ini BKN melakukan analisis terhadap data-data peserta seleksi CPNS yang dilakukan oleh artificial intelligence. Analisis itu dilakukan guna penelusuran dugaan kecurangan.

"Dan saat ini kami sudah melakukan machine learning, harus membuat suatu sistem yang baru untuk lebih semacam artificial intelligence untuk melakukan analisis terhadap data-data seluruh data peserta yang mengikuti seleksi apakah betul terjadi potensi kecurangan dalam pelaksanaan seleksi ini," kata dia.

Selain itu, Suharman mengatakan bahwa dalam seleksi tahap selanjutnya, BKN akan menggunakan single platform. Jadi potensi terjadinya remote access bisa diminimalkan.

"Nanti akan ada satu single platform system yang akan diterapkan, kalau sekarang masih bersifat multiplatform OS-nya, maka ke depan maka dipaksa sistem itu akan berada di dalam single platform, yaitu Linux, dengan Linux itu akan lebih tidak mudah bagi orang melakukan potensi untuk terjadinya remote access. Namun demikian, bukan berarti tidak ada celah, tetap saja akan ada celah kalau memang niatnya dari awal sudah tidak baik, celah itu pasti ada, namanya teknologi pasti punya keterbatasan," sebut dia.

Lebih lanjut, Suharman mengatakan partisipasi masyarakat dibutuhkan untuk mengawal seleksi ini. Dia mengatakan masukan dari masyarakat itu akan dijadikan BKN agar lebih bertanggung jawab dalam menjalankan seleksi CPNS.

"Kami sadar betul bahwa kita tidak akan mampu mengawal pelaksanaan seleksi ini kalau sendirian. Jadi peran atau partisipasi aktif dari masyarakat kalau terjadi kecurangan dalam pelaksanaan seleksi ini tentu akan membuat kami melaksanakan seleksi tadi lebih bertanggung jawab. Dan atensi ini tentu saja sangat kami apresiasi dan Pak Kepala BKN atensi dan perhatian dari masyarakat terkait dengan pelaksanaan seleksi ini," sebutnya.

Suharman mengatakan seleksi yang menggunakan teknologi informasi tentu tidak benar-benar sempurna. Meski demikian, Suharman mengatakan BKN terus berupaya agar proses seleksi berlangsung adil dan transparan.

"Kami menyadari betul bahwa kalau kita berbicara teknologi informasi tentu saja tidak ada teknologi yang betul-betul sempurna. Namun demikian, kami BKN maupun panitia seleksi nasional akan selalu berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga akuntabilitas dalam proses pelaksanaan seleksi ini. Sehingga semua orang merasa diperlakukan secara fair, secara adil sehingga tidak ada orang-orang yang merasa dizalimi dalam seleksi ini," kata dia.

Didiskualifikasi
Suharman mengatakan peserta yang melakukan kecurangan itu akan didiskualifikasi apabila ditemukan bukti-bukti. Dia mengatakan peserta yang didiskualifikasi akan diumumkan oleh masing-masing instansi.

"Kami sudah mengidentifikasi siapa saja yang melakukan kecurangan, informasi ini sudah disampaikan ke PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian), dan tentu saja sesuai dengan PermenPAN-RB, instansi wajib untuk mengumumkan siapa saja yang didiskualifikasi. Nama-nama ini sudah disampaikan oleh BKN berdasarkan alat-alat bukti," kata dia.

Lalu bagaimana apakah peserta yang melakukan kecurangan itu akan masuk daftar hitam atau blacklist dan tidak bisa mengikuti tes di masa yang akan datang? Suharman mengatakan belum ada regulasi mengenai hal tersebut.

"Apakah akan di-blacklist seumur hidup? Kalau aturan belum ada, tetapi bukan berarti tidak bisa terjadi itu. Kalau aturan yang ada baru terkait dengan sudah lulus seleksi tapi mengundurkan diri, maka mendapatkan skorsing satu tahun, tahun berikutnya tidak bisa ikut seleksi. Kalau kasus ini baru, kalau saya pribadi ditanya apakah Bapak setuju untuk dilakukan blacklist untuk seumur hidup rasanya bisa saja kita menerapkan itu. Tapi tentu akan tergantung pada nanti regulasi atau kebijakan yang dikeluarkan Panselnas," katanya. (detikcom/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com