Jakarta Kembali Masuk 3 Besar Kasus Positif Covid Tertinggi

* 2,5 Juta Warga KTP DKI Belum Divaksinasi

146 view
Jakarta Kembali Masuk 3 Besar Kasus Positif Covid Tertinggi
CNN Indonesia/ Yulia Adiningsih
Ilustrasi positif Covid-19 di Jakarta.
Jakarta (SIB)
DKI Jakarta kembali masuk 3 besar provinsi dengan catatan penambahan kasus positif Covid-19 terbanyak pada hari ini, Minggu (12/9).

Laporan Satgas Covid-19 mencatat penambahan kasus positif di DKI kemarin sebanyak 306. DKI berada di urutan ketiga setelah Jawa Barat dengan 567 kasus positif, dan Jawa Timur 367 kasus positif.

Padahal sehari sebelumnya yakni Sabtu (11/9) DKI Jakarta ada di posisi enam dengan tambahan kasus positif sebanyak 268 kasus. Tiga hari sebelumnya, DKI Jakarta juga berhasil bertahan di posisi 5.

Rinciannya pada 10 September di posisi 5 dengan 261 kasus, kemudian 9 September di posisi lima dengan 308 kasus, dan 8 September di posisi lima meski catatan penambahan kasus hariannya 459 kasus.

Jika melihat grafik perkembangan kasus positif di laman Satgas Covid-19 DKI Jakarta, terlihat ada tren penurunan sejak memasuki September.

Pada 1 September penambahan kasus positif sebanyak 673 kasus, kemudian terus menurun hingga bertambah hanya 217 kasus pada 6 September.

Namun kasus sempat kembali mengalami kenaikan pada 8 September dengan 459 kasus, setelahnya penambahan kasus positif perlahan turun. Hingga tercatat ada penambahan 306 kasus pada hari ini.

Sementara untuk kasus kematian, tercatat masih fluktuatif. Data Satgas Covid-19 DKI Jakarta mencatat ada kenaikan kasus kematian meski sedikit sejak 7 September.

Pada hari itu tercatat 13 kasus kematian, kemudian pada 8 September menjadi 14 kasus kematian, 9 September 13 kasus kematian, 10 September 12 kasus kematian, dan naik pada 11 September 20 kasus kematian.

Terbaru kasus kematian mengalami penurunan pada hari ini dengan 6 kasus kematian.

Meski demikian, jika dilihat dari jumlah kasus positif, DKI menjadi provinsi daerah dengan sumbangan kasus paling banyak yaitu 854.742 kasus. Artinya sekitar 20 persen kasus nasional disumbang oleh Ibu Kota DKI.

Sementara total kasus kematian 13.456 atau 9,6 persen dari kasus kematian nasional. DKI Jakarta juga masih mencatat kasus aktif sebanyak 3.972 kasus terdiri dari 2.554 kasus isolasi mandiri dan 1.418 kasus dirawat di rumah sakit.

Belum Divaksinasi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan, hingga saat ini ada sekitar 2,5 juta warga pemilik kartu tanda penduduk (KTP) Jakarta belum mendapatkan vaksin Covid-19.

"Per 11 September warga DKI yang divaksin sebanyak 10,3 juta. Warga yang ber-KTP DKI belum vaksin itu sebanyak 2,5 juta," kata Anies di Masjid Al-Wiqoyah Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (12/9), dikutip Antara.

Menurut Anies, sebagian dari mereka tidak mau divaksinasi Covid-19 dengan berbagai alasan sehingga harus diajak secara persuasif.

Ada juga yang sudah pindah domisili, tetapi masih berstatus warga Jakarta.

"Ini sebagian adalah memang tidak mau vaksin, harus diajak. Sebagian lagi orangnya KTP Jakarta tapi pindah, tidak mencabut KTP tapi masih tercatat sebagai KTP Jakarta," kata Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan, mereka harus diupayakan mengikuti vaksinasi Covid-19 sehingga pelaksanaan vaksinasi di Ibu Kota bisa selesai dalam waktu dekat.

"Jadi, kalau di Jagakarsa ada 100.000, insya Allah 100.000 di Jagakarsa segera tuntas, angkanya turun. Nanti kita kejar ke tempat lainnya supaya angka yang belum vaksin di Jakarta insya Allah mendekati nol," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua MUI Kecamatan Jagakarsa Sulaiman Rohimin mengatakan bahwa untuk mendukung pemerintah daerah menuntaskan vaksinasi, pihaknya membuka sentra vaksinasi dengan target 1.000 peserta setiap harinya.

"Target memang kita sapu jagat 1.000 peserta, namun di lapangan melebihi, hampir 1.300 peserta," kata Sulaiman.

Sulaiman berharap, kolaborasi vaksinasi ini menjadi langkah awal menuju kerja sama lainnya guna mendukung pemerintah melayani masyarakat.

"Mudah-mudahan ini menjadi tahap awal yang akan kita lanjutkan lagi ke berikutnya. Dosis pertama nanti tiga bulan. Insya Allah nanti ada dosis kedua," katanya. (CNNI/Kps/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com