Munas IX Korpri

Jokowi Ingatkan ASN Tak Terbelenggu Mental Feodal

* Terus Layani Masyarakat, Hilangkan Semua Ego

254 view
Jokowi Ingatkan ASN Tak Terbelenggu Mental Feodal
Foto: Seskab
SAMBUTAN: Presiden Joko Widodo memberikan sambutan secara virtual pada pembukaan Musyawarah Nasional IX Korpri Tahun 2022, Jumat (28/1). 
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan ASN agar tidak terbelenggu mental feodal. Jokowi ingin ASN terus melayani masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Munas (Musyawarah Nasional) IX Korps Pegawai Republik Indonesia seperti disiarkan virtual, Jumat (28/1/2022). Jokowi menyampaikan, Korpri harus mampu mengajak dan mendorong seluruh ASN untuk memiliki orientasi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Hal ini terlihat klise, tapi sangat penting dan mendasar karena sudah sangat lama ASN berada pada zona nyaman, terbelenggu oleh warisan budaya birokrasi feodal sehingga menjadikan ASN kurang produktif. Budaya ini harus berubah total. ASN Indonesia harus keluar dari zona nyaman menjadi modern dan profesional," ujar Jokowi.

Poin kedua yang disampaikan Jokowi adalah kewenangan yang diberikan negara kepada ASN harus mampu digunakan secara akuntabel. Jokowi meminta sumber daya dan kewenangan itu dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat.

"Birokrasi bukan hanya harus hadir di tengah-tengah masyarakat, tetapi kehadirannya berdampak nyata bagi masyarakat.

Itu yang penting, memberikan solusi pada persoalan-persoalan masyarakat, sehingga melindungi, mengayomi, dan memenuhi hak-hak masyarakat sesuai dengan amanah konstitusi," ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi mengingatkan anggota Korpri untuk bisa beradaptasi dengan perubahan. Anggota Korpri, kata Jokowi, harus mampu meningkatkan kompetensi diri dan bersikap terbuka.

"Di era disrupsi, saya berharap seluruh anggota Korpri harus mau dan harus mampu beradaptasi dengan perubahan.

Meningkatkan kompetensi diri sehingga menjadi trend setter, bukan sebatas follower. Bersikap terbuka dengan menghilangkan semua ego, baik ego sektoral, ego daerah, maupun ego ilmu, karena banyak masalah yang tidak bisa diselesaikan satu dinas, oleh satu daerah, oleh satu kementerian, oleh suatu lembaga tertentu, bahkan satu disiplin ilmu," ujar Jokowi.

Jokowi menekankan, mengenai pentingnya kolaborasi. ASN diminta lebih berinovasi dan menerapkan cara-cara baru dalam bekerja.

"Kolaborasi lintas organisasi, lintas daerah, lintas ilmu, lintas profesi adalah kunci menghadapi tantangan masa depan.

Dengan kemajuan teknologi, tidak ada lagi toleransi bagi layanan yang rumit dan lama. Jangan terpaku pada cara-cara lama.

Segera terapkan cara-cara baru. Manfaatkan teknologi, terapkan e-government. Teknologi telah memungkinkan pelayanan dilakukan lebih cepat dan lebih akurat," imbuh Jokowi.

Jokowi meminta Korpri terus menjadi simpul penting persatuan dan kesatuan bangsa. Jokowi mengingatkan Indonesia merupakan negara yang majemuk yang terdiri dari beragam suku, agama, hingga budaya.

"Anggota Korpri juga beragam dari seluruh penjuru Tanah Air. Karena itu, Korpri harus jadi kekuatan yang mempersatukan bangsa untuk membangun tatanan kehidupan masyarakat Indonesia yang harmonis," ujar Jokowi.

Hilangkan Ego
Menurut Jokowi, birokrasi bukan hanya harus hadir di tengah-tengah masyarakat, tetapi kehadirannya berdampak nyata bagi masyarakat. "Itu yang penting, memberikan solusi pada persoalan-persoalan masyarakat, sehingga melindungi, mengayomi, dan memenuhi hak-hak masyarakat sesuai dengan amanah konstitusi," jelas kepala negara.

Anggota Korpri diharapkan bersikap terbuka dengan menghilangkan semua ego. "Baik ego sektoral, ego daerah, hingga ego ilmu krena banyak masalah yang tidak bisa diselesaikan satu dinas, oleh satu daerah, oleh satu kementerian, oleh suatu lembaga tertentu, bahkan satu disiplin ilmu," tutur Jokowi.

"Kolaborasi lintas organisasi, lintas daerah, lintas ilmu, lintas profesi adalah kunci menghadapi tantangan masa depan.

Dengan kemajuan teknologi, tidak ada lagi toleransi bagi layanan yang rumit dan lama. Jangan terpaku pada cara-cara lama.

Segera terapkan cara-cara baru," jelasnya.

Sehingga Jokowi meminta Korpri memanfaatkan teknologi, dan menerapkan e-government. Sebab teknologi telah memungkinkan pelayanan kepada masyarakat dilakukan lebih cepat dan lebih akurat. (detikcom/Kps/f)

Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com