* Polri Segera Tetapkan Tersangka

Jokowi Perintahkan Kerja TGIPF Kanjuruhan Tuntas Kurang dari Sebulan

* TGIPF Usut Pemberi Komando dan Jaringan Bisnis di Tragedi Kanjuruhan

345 view
Jokowi Perintahkan Kerja TGIPF Kanjuruhan Tuntas Kurang dari Sebulan
(Foto Ant/Zabur Karuru)
KARANGAN BUNGA: Warga mendirikan karangan bunga duka di sekitar Patung Singa Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10). Hari ketiga pascakerusuhan di stadion itu, puluhan karangan bunga duka dari berbagai kalangan memenuhi halaman stadion. Begitu pula warga terus berdatangan untuk mendoakan korban yang meninggal dalam kerusuhan itu. 

Jakarta (SIB)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan segera bekerja.


Jokowi meminta TGIPF sudah bisa menyimpulkan tragedi Kanjuruhan kurang dari sebulan.


"Tim Pencari Fakta itu diminta segera bekerja, kalau bisa tidak sampai 1 bulan. Sudah bisa menyimpulkan. Karena masalah besarnya sebenarnya sudah diketahui. Tinggal masalah-masalah detailnya yang itu bisa dikerjakan mungkin tidak sampai 1 bulan," kata Menko Polhukam Mahfud Md kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (4/10).


Jokowi juga bakal menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang pembentukan TGIPF Tragedi Kanjuruha. Mahfud mengatakan keppres itu sangat penting sebagai dasar rapat TGIPF.


"Keppres-nya dikeluarkan hari ini. Keppres. Sehingga kami punya dasar untuk rapat," kata Mahfud.


Mahfud kemudian menjelaskan alasan pembentukan TGIPF harus tertuang dalam keppres. Menurut Mahfud, tim investigasi juga dilakukan di tiap lembaga.


"Kenapa itu harus dengan keppres? Karena di setiap institusi juga mempunyai tim investigasi sendiri sehingga yang terpadu itu nanti bergabung di bawah Keppres ini. Misal Menpora punya tim, PSSI punya tim, irwasum punya tim, itu bagus.


Untuk menyelidiki itu agar terang. Lalu nanti dikoordinasikan dengan kami di sini. Di Kemenko Polhukam tim yang dibentuk oleh presiden," ujar Mahfud.


Usut Pemberi Komando

Mahfud juga bakal mengusut pemberi komando dan jaringan bisnis di tragedi Kanjuruhan.


"Ya nanti kita olah. Kan kita harus menemui, melihat lapangan, menemui siapa yang menyaksikan, siapa yang memberi komando, jaringannya dengan siapa, kok bisa apa namanya jadwal pertandingan yang diusulkan sore kok tetap di malam kan itu ada jaringan-jaringan. Jaringan bisnis, ada jaringan periklanan, ya nanti kita lihat," kata Mahfud.


Mahfud mengatakan TGIPF bakal memetakan masalah di balik tragedi Kanjuruhan.


"Pertama ya memahami tugas sesuai dengan keppres, lalu yang kedua akan memetakan dan mengidentifikasi masalah. Yang ketiga bagi tugas. Sesudah itu nanti kesimpulan-kesimpulan," ujar Mahfud.


Dia mengatakan pembagian tugas itu bisa terkait pemanggilan orang hingga penelusuran ke lokasi kejadian. Menurut Mahfud, ada banyak pihak yang terlibat dalam penanganan tragedi Kanjuruhan ini.


"Ada yang harus ke FIFA, ada yang harus ke Polri, ada yang harus ke desa, ada yang harus ke lapangan dan sebagainya. Dan ada yang mempelajari peraturan UU-nya. Itu kan nanti bagi-bagi tugas," ujar Mahfud.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com