Dimulai Hari Ini

Jokowi Putuskan Vaksin Booster Gratis Bagi Masyarakat

* Kasus Omicron di DKI Tembus 498, Pemprov Siapkan Skenario Hadapi Gelombang Ketiga

226 view
Jokowi Putuskan Vaksin Booster Gratis Bagi Masyarakat
(Foto: BPMI Setpres)
BOOSTER GRATIS: Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan pemberian vaksin Covid-19 dosis ketiga (booster) secara gratis dan dimulai, Rabu (12/1) dengan prioritas masyarakat lanjut usia (lansia) dan kelompok rentan di Istana Merdeka, Selasa (11/1). 
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan vaksinasi ketiga atau vaksin booster yang akan dilaksanakan pada 12 Januari 2022 diberikan gratis bagi masyarakat Indonesia.

“Untuk itu, saya telah memutuskan pemberian vaksin ketiga ini gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Jokowi saat memberikan keterangan pers secara daring, Selasa (11/1).Keputusan tersebut, ditegaskan Jokowi, diambil karena melihat keselamatan rakyat adalah yang paling utama dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Karena sekali lagi saya tegaskan, keselamatan rakyat adalah yang paling utama,” ujar Jokowi.Dalam pernyataannya, Jokowi mengungkapkan pelaksanaan vaksin ketiga atau booster akan mulai dilaksanakan hari ini, Rabu (12/1), dengan prioritas bagi lanjut usia (lansia) dan kelompok rentan.

“Mulai tanggal 12 Januari 2022, pemerintah akan melaksanakan vaksinasi ketiga dengan prioritas bagi lansia dan kelompok rentan. Upaya ini penting dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat mengingat Covid-19 yang terus bermutasi,” tegas Jokowi.

Tetap Jaga Prokes
Jokowi meminta agar masyarakat yang akan menerima vaksin booster untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

"Meski sudah divaksin saya mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, memakai masker menjaga jarak, dan mencuci tangan," kata Jokowi.

Jokowi menyebut, vaksinasi tidak akan cukup untuk mengatasi pandemi Covid-19. Karena itu dia menekankan pentingnya protokol kesehatan meski setelah mendapatkan vaksin booster Covid-19.

Lebih lanjut, Jokowi menjelaskan syarat jika masyarakat ingin mendapatkan vaksin booster. Menurutnya yang bisa menerima booster hanya masyarakat yang telah divaksinasi kedua setelah 6 bulan.

"Adapun syarat dan ketentuan yang dibutuhkan untuk menerima vaksinasi ketiga ini adalah calon penerima sudah menerima vaksin Covid-19 dosis kedua lebih dari 6 bulan sebelumnya," ujarnya.

Tembus
Sementara itu, kasus Positif Omicron di DKI Jakarta hingga saat ini tercatat ada 498 orang. Kasus Omicron didominasi oleh pelaku perjalanan dari luar negeri.

"Dari 498 orang yang terinfeksi, 82,1 persennya atau sebanyak 409 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 89 lainnya adalah transmisi lokal," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia dalam keterangannya, Selasa (11/1).

Dwi juga melaporkan kasus positif Covid-19 di Jakarta kemarin bertambah 537 kasus. Total kasus aktif di DKI saat ini mencapai 2.483.

"Perlu digarisbawahi bahwa 1.910 orang dari jumlah kasus aktif adalah pelaku perjalanan luar negeri. Sedangkan, kasus positif baru berdasarkan hasil tes PCR hari ini bertambah 537 orang sehingga total 868.199 kasus, yang mana 435 di antaranya adalah pelaku perjalanan luar negeri," terangnya.

Sedangkan perkembangan vaksinasi Corona di Jakarta untuk dosis 1 sebanyak 11.988.555 orang atau 118,9% dengan proporsi 70% merupakan warga ber-KTP DKI dan 30% warga KTP Non DKI.

Kemudian, untuk dosis 2 kini mencapai 9.342.817 orang (92,7%) dengan proporsi 71% merupakan warga ber-KTP DKI dan 29% warga KTP Non DKI.

Melalui Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, penindakan atas pelanggaran penggunaan masker dan pendataan buku tamu juga akan digencarkan, begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PPKM lainnya, seperti pelanggaran di restoran/rumah makan, serta pelanggaran perkantoran, tempat usaha, dan tempat industri. Sanksi yang diberlakukan berupa kerja sosial, denda, penghentian sementara kegiatan, hingga pencabutan izin usaha.

Berdasarkan laporan harian Satpol PP Provinsi DKI Jakarta pada 10 Januari 2022, telah dilakukan penertiban operasi masker dengan total denda sebesar Rp 1.300.000. Harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan Covid-19.

Siapkan Skenario
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya mempersiapkan skenario kemungkinan menghadapi gelombang ketiga Covid-19 akibat Omicron.

"DKI sudah mempersiapkan tidak hanya sekarang, tapi tahun lalu juga ada potensi kemungkinan gelombang 3," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (10/1).

Riza mengatakan, penyebaran virus Omicron perlu diwaspadai seperti varian Delta yang merebak saat gelombang kedua Covid-19 pada Juli lalu. Oleh karena itu Pemprov DKI melibatkan pakar dan ahli dalam menghadapi potensi gelombang ketiga.

"Sudah saya sampaikan Omicron tidak berbahaya seperti Varian Delta tapi penyebarannya lebih cepat," ujarnya.

"Kami sudah melibatkan semua pakar ahli rapat rapat koordinasi tidak pernah berhenti, apalagi di internal semua instansi semuanya jalan melaksanakan tugas, sudah ada Ingub, Inmendagri, " sambungnya.

Di samping itu, Pemprov DKI juga mencatat peningkatan keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RS rujukan Covid-19. Tercatat, BOR isolasi naik menjadi 9 persen.

Adapun tempat tidur isolasi Covid-19 saat ini hanya terisi 348 dari 3.885 tempat tidur. Sedangkan ICU terisi 31 tempat tidur dari total 604 yang disiapkan.

"Jadi ada peningkatan kembali menjadi 9 persen yang tadinya sudah turun sampai di 4 persen," jelasnya.

Micro Lockdown
Sebanyak 40 kasus positif Corona ditemukan di RW 02, Krukut, Tamansari, Jakarta Barat (Jakbar), di mana salah satunya merupakan suspek Omicron. Saat ini micro-lockdown diberlakukan di wilayah tersebut.

Namun saat ini pembelajaran tatap muka (PTM) di Krukut masih digelar 100 persen. Kepala Sudin Pendidikan Jakarta Barat 1 Aroman menyebut ,hanya jenjang TK dan PAUD yang tidak menerapkan PTM.

"PAUD dan TK diliburkan, tapi untuk SD, SMP, SMA, dan SMK kita masih mengacu pada SKB 4 menteri," kata Aroman saat dimintai konfirmasi, Selasa (11/1).

Saat ini TK dan PAUD di wilayah Krukut masih diliburkan. Aroman menyebut, siswa-siswi TK dan PAUD yang tinggal di wilayah Krukut juga diliburkan meski bersekolah di luar Krukut.

"Khusus (di) Krukut dan siswa yang tinggal di Krukut tapi sekolahnya di luar Krukut," ucapnya. (detikcom/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com