Ketua KPK: Korupsi Seperti Corona, yang Tak Jaga Imun Antikorupsi Terpapar


114 view
Ketua KPK: Korupsi Seperti Corona, yang Tak Jaga Imun Antikorupsi Terpapar
Andhika Prasetia/detikcom
Ketua KPK Firli Bahuri
Jakarta (SIB)
Ketua KPK Firli Bahuri bicara pentingnya menjaga diri dari korupsi di peringatan Hari Keadilan Internasional (World Day for International Justice). Firli mengingatkan perilaku korupsi itu membawa ketidakadilan dan kemiskinan di negara.

"Korupsi menjauhkan suatu bangsa bangsa di dunia dari kata kemakmuran, bahkan korupsi dapat menyebabkan gagalnya suatu negara mewujudkan tujuannya. Tak terhitung lagi dampak mematikan korupsi yang menghancurkan setiap tatanan kehidupan suatu bangsa, membawa ketidakadilan, ketimpangan, kemiskinan serta keterbelakangan rakyat dalam sebuah negara," ujar Firli dalam keterangan pers, Minggu (18/7).

"Korupsi jelas menjadi tembok besar untuk mewujudkan salah satu tujuan kita dalam bernegara, yaitu memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi segenap rakyat Indonesia, mengingat korupsi bukan hanya merugikan perekonomian semata namun dapat meluluhlantakkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara di republik ini," imbuhnya.

Menurut Firli, korupsi itu sama seperti virus Corona. Jika seseorang tidak menjaga imun 'antikorupsi', bisa terpapar.

"Layaknya virus Corona, korupsi terbukti mampu beradaptasi, berevolusi bahkan berinovasi dalam kondisi apapun, sehingga siapapun yang tidak menjaga imun antikorupsi, dapat terpapar dan menularkannya ke orang-orang yang minim integritas, etika serta moral," ucap Firli.

Firli mengatakan misi utama KPK adalah memberantas korupsi. Dia optimistis KPK bisa memberantas korupsi di Indonesia.

Dia juga mengajak masyarakat bersama-sama melakukan 'perang badar' melawan korupsi. Dia meminta seluruh lapisan masyarakat menjauhi perilaku koruptif.

"Dimulai dari diri sendiri, perlu keteguhan dan keikhlasan luar biasa untuk menjauhi perilaku koruptif dalam keseharian kita, untuk mewujudkan konsistensi nasional dalam perang badar melawan korupsi di NKRI. Sekali lagi kami ingatkan, bahwasanya korupsi terbukti mampu beradaptasi, berevolusi hingga berinovasi dalam situasi dan kondisi apa pun di negeri ini sehingga kejahatan kemanusiaan ini dapat terjadi secara sistematik, terstruktur dengan dampak destruktif sistemik," tegasnya.

Firli juga meminta Hari Keadilan Internasional bisa dijadikan masyarakat meningkatkan imun antikorupsi. Hal ini, lanjutnya, demi mewujudkan Indonesia bebas korupsi.

"Jaga dan perkuat imun antikorupsi dengan selalu menerapkan perilaku hidup sederhana, dan berani jujur dalam hal-hal sekecil apa pun, serta teguhkan selalu nilai-nilai ketuhanan, agama dan pancasila dalam rutinitas keseharian kita. Hari Keadilan Internasional jangan hanya menjadi seremoni tahunan semata namun makna dan esensi World Day for International Justice seharusnya menjadi momentum bagi bangsa Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia untuk meneguhkan imun antikorupsi diri sendiri,keluarga, teman, sahabat agar imunitas antikorupsi nasional dapat terwujud demi mewujudkan cita-cita Indonesia bebas dari Korupsi," pungkasnya. (detikcom/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com