Ketua MPR Dorong Peningkatan Keterwakilan Perempuan di Parlemen


251 view
Ketua MPR Dorong Peningkatan Keterwakilan Perempuan di Parlemen
Foto : Istimewa
Bambang Soesatyo

Jakarta (SIB)


Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuturkan salah satu isu yang menjadi arus utama perjuangan kaum wanita di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, adalah isu keadilan dan kesetaraan gender. Yaitu wanita bisa duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan kaum pria.

Meskipun telah diperjuangkan selama beberapa dekade, isu ini masih terus mengemuka hingga saat ini. Ia mengatakan isu kesetaraan gender juga menjadi satu dari empat prioritas yang diusung Women 20 (W20) dalam Presidensi G20 Indonesia.

"Isu kesetaraan gender juga menjadi satu dari empat prioritas isu yang diusung Women 20 (W20) dalam Presidensi G20 Indonesia saat ini. Di samping isu-isu lainnya, seperti isu inklusi ekonomi khususnya pada sektor UMKM, isu ketahanan perempuan pedesaan dan penyandang disabilitas, serta isu kesehatan yang utamanya akses kesehatan berbasis keadilan gender," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (9/11).

Dalam Kongres ke-25 Persatuan Wanita Republik Indonesia (PERWARI) tersebut, Wakil Ketua Umum Golkar ini menjelaskan untuk mengetahui sejauh apa cita-cita keadilan dan kesetaraan gender telah berhasil diwujudkan, setidaknya ada dua indikator yang dapat dijadikan rujukan. Pertama adalah indeks pembangunan gender yang menggambarkan perbandingan capaian antara indeks pembangunan manusia antara perempuan dan laki-laki.

Ia menjelaskan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks pembangunan manusia dari perspektif gender menunjukkan tren positif dari tahun 2017 hingga 2021.

"Berdasarkan catatan BPS, pada kurun waktu 2017 hingga 2021, indeks pembangunan manusia Indonesia dari perspektif gender terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2017, indeks pembangunan gender nasional mencapai 90,96, dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 91,27 masuk dalam kategori 'tinggi'," kata Bamsoet.

Rujukan yang kedua adalah indeks pemberdayaan gender yang mencerminkan keadilan dan kesetaraan gender berdasarkan partisipasi politik dan ekonomi yang mempertimbangkan tiga faktor. Yaitu keterlibatan perempuan dalam parlemen, partisipasi perempuan sebagai tenaga profesional, dan kontribusi perempuan dalam pendapatan pekerjaan.

Berdasarkan data BPS, indeks pemberdayaan gender di Indonesia juga terus menunjukkan tren perbaikan sejak tahun 2017 meskipun tidak sebesar indeks pembangunan gender. Pada tahun 2021, indeks pemberdayaan gender berdiri di 76,26, naik dari tahun 2017 yaitu 71,74.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com