Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Januari 2026

Kriteria Capres Versi Prabowo: Kalau Bisa yang Pengalaman, Tak Harus Saya

* Surya Paloh Tepis Isu Sodorkan Nama Anies-Ganjar untuk Pilpres 2024
Redaksi - Kamis, 02 Juni 2022 08:56 WIB
778 view
Kriteria Capres Versi Prabowo: Kalau Bisa yang Pengalaman, Tak Harus Saya
Foto Ant/Hafidz Mubarak A
KETERANGAN PERS: Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) memberikan keterangan pers usai menggelar pertemuan di DPP Partai NasDem, Jakarta, Rabu (1/6). Pertemuan yang berlan
Jakarta (SIB)
Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto bicara kriteria sosok calon presiden (capres) 2024. Menurut Prabowo, kriteria sosok capres 2024 tidak mesti seperti dirinya.

Prabowo menjawab kriteria sosok capres versi dirinya adalah warga negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani, dan sebagainya. Ucapan Prabowo itu disambut gelak tawa elite Gerindra dan NasDem usai bertemu Ketum Partai NasDem Surya Paloh di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Rabu (1/6).

"Tapi intinya saya kira, kita harus ada sosok yang sungguh-sungguh komit dan setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar '45, seutuhnya, tidak sebagai mantra, tapi seutuhnya. Saya kira itu kriteria paling penting," kata Prabowo.

"Dan juga kalau bisa yang berpengalaman," ucap Prabowo kemudian bicara dengan jajaran elite NasDem dan Gerindra di belakangnya disambut gelak tawa.

Baca:Bertemu KPU, Jokowi Minta Penyelenggara Pemilu 2024 Sesuai Jadwal

Prabowo kemudian ditanya kembali, apakah dengan kriteria seperti yang dia ucap berarti capres tidak harus Prabowo lagi. Prabowo menjawab tidak harus dia kembali menjadi capres pada 2024.[br]

"Ya tidak usah. Tidak harus Prabowo, siapa saja. Jadi begini ya, saya ini belajar dari sejarah, dari suatu republik yang baik adalah kewajiban setiap warga negara yang mampu fisik, intelek, jasmani, dan kondisi ekonomi dirinya dan keluarganya wajib untuk menawarkan dirinya kepada negara dan bangsa, jadi wajib," ujar Prabowo.

Menteri Pertahanan (Menhan) itu ingin setiap warga justru mengajukan diri maju melayani negara. Budaya seperti itulah yang menurut Prabowo perlu ditanamkan kepada generasi muda.

"Ini yang ingin kita budayakan, anak-anak muda, kita ingin nanti anak-anak muda yang tadi itu harus berani menawarkan diri untuk mengabdi kepada negara dan bangsa," imbuhnya.

Tepis Isu
Sementara itu, Ketum Partai NasDem Surya Paloh menepis isu bahwa dirinya menyodorkan nama Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait Pilpres 2024. Surya Paloh mengatakan pertemuan dengan Jokowi membicarakan banyak hal.

"Ya ketemu dengan Pak Presiden benar tapi tidak spesifik membicarakan hal itu banyak hal lain seperti apa yang tadi kita diskusikan dengan Pak Prabowo," kata Surya Paloh.

Surya Paloh menjelaskan bahwa konsentrasi para tokoh adalah proses akselerasi pembangunan terus berlanjut. Surya Paloh memahami untuk mencapai kemajuan diperlukan situasi stabilitas nasional.

"Nah concern kita pada itu betapa mahalnya, betapa strategic-nya, arti keberadaan kita sebagai suatu bangsa di mana memiliki suasana stabilitas nasional yang mumpuni," ujarnya.[br]

Surya Paloh mengajak semua tokoh terkait kepentingan partai politik dalam menghadapi strategi pemilu dan sesudah pemilu tetap mengutamakan betapa pentingnya esensi menjaga stabilitas nasional.

"Jadi kalau ditanya apakah ada Ganjar, Anies, Prabowo, bisa saja nggak ada masalah," ucapnya.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh diketahui sempat bertemu Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. Informasi yang didapatkan, pertemuan Surya Paloh dengan Jokowi berlangsung pada Selasa (24/5) malam di Istana.

"Pertemuan dilakukan pada Selasa malam di Istana Merdeka," kata Sekjen NasDem Johnny G Plate ketika dimintai konfirmasi, Kamis (26/5).

Johnny mengatakan Surya Paloh dan Jokowi kerap bertemu secara rutin sejak pemerintahan dimulai. Pertemuan rutin itu setidaknya dilakukan sekali setiap bulan.

"Ketum NasDem Bapak Surya Paloh baru bertemu Bapak Presiden. Hal ini selalu dilakukan sejak awal pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo, secara rutin bertemu setidaknya sekali setiap bulan," ujarnya. (detikcom/d)
Sumber
: KORAN SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru