MAKI Adukan Dugaan Penyimpangan Impor Sapi Terkait PMK ke Bareskrim


232 view
MAKI Adukan Dugaan Penyimpangan Impor Sapi Terkait PMK ke Bareskrim
(Foto: Sugeng Harianto/detikJatim)
Kandang sapi di Magetan. Ilustrasi

Jakarta (SIB)

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengadu ke Bareskrim Polri soal dugaan penyimpangan izin impor sapi. Hal ini katanya berkaitan dengan penyakit mulut dan kuku (PMK).


"Hari ini tadi saya melakukan pengaduan masyarakat atas dugaan penyimpangan dalam perkara sapi. Nah sapi itu ada tiga (persoalan). Penyakit mulut kuku itu berkaitan dengan impor sapi utuh, sapi hidup. Diduga ada penyimpangan terkait dengan izin-izin impor," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (20/5).


Boyamin mengatakan dugaan lainnya yakni soal pungutan liar pada inseminasi. Dia menyebut beberapa warga di Blora seharusnya mendapatkan inseminasi hewan secara gratis.


"Kedua berkaitan dengan program inseminasi yaitu suntik anu apa itu benih sapi itu loh, apa namanya itu. Dugaannya kalau ini berdasarkan dari wilayah Blora, itu harusnya masyarakat itu gratis tapi ternyata bayar," ujar Boyamin.


Selanjutnya yang ketiga yakni terkait dugaan penyimpangan pada anggaran penggemukan sapi. Dia mengatakan laporannya ini dilayangkan melalui laporan lisan.


"Ketiga adalah berkaitan dengan penggemukan sapi. Anggaran penggemukan sapi kan juga ada berkaitan tata kelolanya. Itu yang saya laporkan kepada Dumasnya Tipikor Bareskrim. Tadi ketemu tim telaah, tim penyelidik," ujarnya.


"Dan saya seperti biasa saya sekarang itu menggunakan mekanisme KUHAP laporan lisan. Jadi tadi sudah dicatat-catat.


Kita kan prihatin isu setiap menjelang Lebaran kan penyakit mulut dan kuku itu selalu ada. Berarti impor sapi-sapi hidup itulah yang diduga bermasalah," sambungnya.


Boyamin menyebut impor sapi itu terjadi di beberapa wilayah di Jawa, termasuk Jakarta. Sementara, dugaan penyimpangan anggaran penggemukan sapi berada wilayah Jawa Timur.


"Ya Jawa juga. Kalau bicara sapi yang hidup itu hampir ke kota-kota besar kalau sapi hidup, yang membutuhkan terutama Jawa lah, Jakarta juga. Kalau yang Jawa Timur tadi terkait penggemukan, anggaran penggemukan. Jadi peternak kita disubsidi untuk penggemukan, ada hibah lah subsidi," ujarnya.


Lebih lanjut, Boyamin mengaku telah menyerahkan beberapa berkas ke Bareskrim terkait laporan ini. Dia menyerahkan sepenuhnya ke pihak Bareskrim untuk menyelidiki dugaan ini.


"Ada satu dua lah (berkas), tapi belum banyak juga. Biarlah teman-teman nanti kan. Toh lebih berwenang mereka untuk minta itu ke kementerian-kementerian yang terkait. Tapi clue-nya ada, sudah saya kasih," katanya. (detikcom/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com