Mulai Hari Ini, Wajib Vaksin Booster Diterapkan Agar Bebas Syarat Perjalanan

WHO Tetapkan DKI Jakarta Level 3 Transmisi Covid-19

272 view
Mulai Hari Ini, Wajib Vaksin Booster Diterapkan Agar Bebas Syarat Perjalanan
Foto: Getty Images/iStockphoto/SilverV
Ilustrasi.

Jakarta (SIB)

Satgas Covid-19 mulai memberlakukan aturan syarat perjalanan terbaru di tengah tren kasus Covid-19 meningkat signifikan.


Mulai Minggu (17/7), mereka yang sudah divaksinasi Covid-19 dua dosis tak lagi bebas tes Covid-19.


Berlaku bagi seluruh moda transportasi, kelompok orang yang baru menerima dua dosis vaksin Covid-19 wajib menunjukkan hasil tes Covid-19 negatif antigen 1x24 jam atau PCR minimal 3x24 jam sebelum keberangkatan.


Kebijakan tersebut juga berlaku untuk kelompok yang tidak bisa divaksinasi Covid-19 lantaran memiliki penyakit komorbid atau kondisi kesehatan khusus. Namun, bagi mereka yang baru menerima satu dosis vaksin Covid-19, wajib menunjukkan PCR 3x24 jam.


Aturan syarat perjalanan terbaru ini dikecualikan bagi mereka yang sudah menerima vaksin Covid-19 booster dan kelompok usia di bawah enam tahun. Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) kendaraan pribadi atau umum dan kereta api di wilayah aglomerasi juga dikecualikan dari syarat tes Covid-19, begitu juga dengan wilayah perbatasan, daerah 3T, dan pelayanan terbatas.


Berikut poin lengkap aturan baru pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN).


Vaksinasi dosis booster: tidak wajib testing


Vaksinasi dosis kedua: antigen 1x24 jam atau PCR 3x24 jam


Vaksinasi dosis pertama: PCR 3X24 jam

PPDN dengan kondisi kesehatan khusus: vaksinasi dikecualikan, PCR 3x24 jam, surat dari RS pemerintah


Usia anak kurang dari 6 tahun: tidak testing, tetapi wajib didampingi orangtua


Anak usia 6-17 tahun: untuk vaksin dosis satu antigen 1x24 jam atau PCR 3x24 jam, vaksin dosis 2 tidak wajib testing.


Aturan ini tertuang dalam SE Satgas No.21 Tahun 2022. "(Berlaku) Mulai 17 Juli 2022 sampai waktu yang ditetapkan kemudian," demikian aturan Satgas Covid-19.


Level 3

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan provinsi DKI Jakarta di level 3 transmisi komunitas penularan Covid-19. Data per 4 hingga 10 Juli menunjukkan provinsi DKI mencatat insiden kasus tertinggi dibandingkan provinsi lain secara nasional.


"Di tingkat provinsi, pada pekan 4-10 Juli, DKI Jakarta mencatat kasus tertinggi


insiden dengan 73,8 per 100.000 penduduk (diklasifikasikan sebagai level transmisi komunitas tingkat sedang (level 3)," demikian laporan WHO situation report Indonesia, dikutip Sabtu (16/7).

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com