Seminar Peringatan 114 Tahun Wafatnya Raja Sisingamangaraja XII

Pangdam I/BB: Pelajar/Mahasiswa Tak Mampu Sebut 10 Nama Pahlawan dalam 1 Menit


648 view
Pangdam I/BB: Pelajar/Mahasiswa Tak Mampu Sebut 10 Nama Pahlawan dalam 1 Menit
Internet
Raja Sisingamangaraja XII
Medan (SIB)
Panglima Kodam (Pangdam) I-Bukit Barisan Mayjen TNI Hasanuddin SIP MM melalui staf Pamen bidang sejarah (Pamenrah) Kolonel Inf Polsan Situmorang, menegaskan salah satu upaya prioritas bagi anak bangsa (Indonesia) untuk eksis terhadap nilai dan warisan heroisme perjuangan dan ideologi bangsa adalah kembali ke amanat Presiden Soekarno, agar 'Jangan Sesekali Melupakan Sejarah', yang populer dengan sebutan 'Jas Merah'.

"Pada hari Pahlawan 10 November 1961, Presiden Soekarno mencetuskan hal itu. Tapi kini terjadi krisis. Bayangkan, riset menunjukkan saat ini tak ada lagi pelajar atau mahasiswa yang mampu menyebutkan 10 nama pahlawan dalam waktu 1 menit. Kalaupun ada, sifatnya tidak utuh. Misalnya tahu nama pahlawannya tapi tidak tahu dari daerah mana. Ini yang harus dipulihkan oleh kita semua, sebagai salah satu bentuk implementasi pelestarian nilai perjuangan pahlawan negeri ini, termasuk warisan heroisme dan sejarah perjuangan Raja Sisingamangaraja XII yang kini sudah jadi pahlawan nasional dari Bumi Sumatera Utara atau Tanah Batak," katanya, Kamis (17/6).

Mewakili Pangdam, Polsan Situmorang mencetuskan hal itu dalam seminar virtual (zoom meeting) Peringatan 114 Tahun Wafatnya Raja Sisingamangaraja XII (17 Juni 1907-- 2021), yang digelar Komite Independen Batak (KIB) bekerja sama dengan Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) dan Yayasan Sisingamangaraja XII.

Acara yang dibuka dengan sambutan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melalui Sekretaris Dinsos Provinsi Sumut Drs Aldo Sitompul dan Ketua Umum KIB Tagor Aruan, menampilkan 11narasumber, antara lain: Dirjen Kebudayaan Kemdikbud RI Hilmar Farid Phd, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Bupati Taput Nikson Nababan. Rektor Unika St Thomas Medan Prof Dr Drs Sihol Situngkir MBA, Budayawan (Opera Batak) Thomson Hutasoit, pengusaha wisata Samosir Eddin Sihaloho SE, pejabat mewakili Dirut BPODT, penulis buku Sisingamangaraja XII Matahari Delapan Penjuru Mata Angin' dan cicit kandung Raja Sisingamangaraja XIIRaja Julio Sinambela selaku Ketua Yayasan Sisingamangaraja XII.

Paparan Pangdam I/BB (melalui Kolonel Polsan Situmorang), Kapoda Sumut, Hilmar Farid dan Rektor UNIKA Medan, dan pengusaha Eddin Sihaloho, menurut moderator (host) Edy Simanjuntak dan Tri Dharma Sipayung, merupakan materi yang paling menarik dalam konteks substansi amanat pelestarian nilai sejarah Raja Sisingamangaraja XII. Polsan menunjukkan data riset Litbang Kompas (7 November 2018) tentang mahasiswa atau pelajar kini yang tidak mampu lagi nama dan asal pahlawan, menjadi dasar evaluasi nasional untuk memulihkan karakter kepedulian generasi muda bangsa akan nilai dan warisan dan pendidikan sejarah perjuangan bangsa (PSPB).

"Bagi kami militer, Raja Sisingamangaraja XII adalah patriot sejati dan istimewa karena lima hal: (1). Gigih sampai titik darah terakhir, (2). Militan karena mampu bertahan di semua medan perang, (3). Tampil sebagai 'good leader' yang menghimpun panglima dari Batak hingga Aceh, (4). Tegar, dan tidak tunduk pada Belanda walau para keluarganya ditawan-sandera Belanda setibanya tentara bayaran dari Senegal Afrika Utara pada di awal 1907, dan (5) Berani dan pantang menyerah sehingga tidak pernah tersentuh untuk ditawan Belanda,' ujar Polsan dengan tayangan data grafis kekuatan militer pada aspek fisik dan non-fisik.

Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, menegaskan salah satu misi penegakan hukum dari sejarah perjuangan Raja Sisingamangaraja XII adalah kepastian hukum dan penegakan keadilan yang disebut 'parade aek tu angka na manguas' (memberi minum kepada orang dahaga).

"Misi penegakan hukum dan nilai keadilan dari perjuangan Raja Sisingamangaraja XII ini menjadi salah satu motivasi penegakan dan kepastian hukum yang menjadi tugas dan tantangan bagi kita semua, termasuk bagi saya Kapolda (Sumut)," katanya sembari memaparkan fakta kondisi kepuasan publik akan kepastian hukum di masa Presiden Jokowi yang baru mencapai 634-65,5 persen, hasil Litbang Kompas pada 4 Mei 2021.

Hilmar Farid Dirjen Kebudayaan RI menyebutkan pelestarian nilai juang dan sejarah Raja Sisingangaraja XII melalui peringatan 114 tahun wafatnya ini, menjadi kata kunci untuk merumus kan salah satu kebijakan nasional sebagai kompas kendali masa depan pendidikan sejarah. (A05/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com