Pemakaman Awak Pesawat Super Tucano Penuh Tangis dan Haru

* Kadispen AU: Flight Data Recorder Sudah Ditemukan

259 view
Pemakaman Awak Pesawat Super Tucano Penuh Tangis dan Haru
(Foto: Antara/Irfan Sumanjaya/foc)
PROSESI PEMAKAMAN: Personel TNI AU melakukan tabur bunga usai prosesi pemakaman jenazah tiga kru pesawat Super Tucano di Taman Makam Pahlawan (TMP) Untung Suropati, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (17/11). 
Jakarta (SIB)
Kadispen AU Marsekal Pertama TNI R Agung Sasongkojati tak kuasa menahan air mata saat melepas kepergian awak pesawat Super Tucano TNI AU. Agung hadir langsung di pemakaman tiga awak Super Tucano di Taman Makam Pahlawan (TMP) Untung Suropati, Jalan Veteran, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Dilansir detikJatim, pemakaman dilaksanakan dengan upacara militer. Ada tiga jenazah yang dimakamkan di TMP Untung Suropati, yakni Marsekal Pertama TNI AU Subhan, Marsekal Pertama TNI Widiono, dan Kolonel Pnb Sandhra Gunawan.
Agung mengaku menangis karena dia mengenal baik salah satu korban, yakni Marsekal Pertama TNI AU Subhan. Subhan merupakan salah satu siswanya yang cemerlang.
"Saya mengenal baik (Subhan). Karena beberapa tahun yang lampau saya sempat di bagian pendidikan dan beliau adalah siswa saya. Dia merupakan siswa yang sangat cemerlang, smart, dan itu adalah calon pimpinan kita di masa depan," ujarnya, dilansir detikJatim, Jumat (17/11).
Dari pantauan detikJatim, 3 jenazah ini tiba di TMP Untung Suropati sekitar pukul 10.25 WIB. Proses pemakaman tiga jenazah tersebut berjalan penuh tangis dan haru.
Para prajurit itu, yang menerima kenaikan pangkat satu tingkat (anumerta), dimakamkan di Malang dan Madiun.
Tiga prajurit yang dimakamkan di TMP Suropati, Malang, Jawa Timur, Jumat, ialah Marsekal Pertama TNI (Anumerta) Subhan, Marsekal Pertama TNI (Anumerta) Widiono Hadiwijaya dan Kolonel Penerbang (Anumerta) Sandhra Gunawan.
Sementara Letkol Pnb (Anumerta) Yuda A. Seta dimakamkan di TMP Madiun, Jawa Timur, Jumat.
Sudah Ditemukan
TNI AU telah menemukan flight data recorder dua pesawat tempur jenis Super Tucano dengan nomor ekor TT-3111 dan TT-3103 yang jatuh di sekitar kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Pasuruan. Flight data recorder tersebut kini telah berada di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.
"Perlu kami sampaikan, flight data recorder sudah ada di Lanud Abdulrachman, Saleh. Mudah-mudahan sudah kita baca untuk memberi penjelasan lebih lanjut apa yang terjadi pada penerbangan ini," ujar Agung Sasongkojati, dalam konferensi persnya di Halim, Jumat (17/11).
Tidak hanya itu, tim tersebut juga telah mendapatkan beberapa data yang nantinya akan diinvestigasi.
Agung juga mengatakan nantinya akan mengevakuasi bangkai pesawat tersebut. Namun Agung memastikan saat ini pihaknya berfokus mengamankan informasi kecelakaan.
"Untuk selanjutnya bangkai pesawat direncanakan akan dibawa, tapi itu nanti belakangan. Sementara yang penting adalah mengamankan informasi mengenai kecelakaan," kata Agung.
Tetap berjalan
Agung Sasongkojati memastikan latihan formasi rutin untuk para penerbang TNI AU tetap berjalan selepas insiden jatuhnya dua pesawat EMB-314 Super Tucano di Pasuruan.
Dia melanjutkan sejauh ini tidak ada kebijakan mengurangi latihan-latihan formasi para penerbang TNI AU.
“(Latihan formasi) itu bagian dari sandang, pangan kami sebagai penerbang militer. Ada formasi yang tetap dilatih, tak akan ada pengurangan latihan, atau mungkin akan lebih banyak (latihan) mendalami formasi,” kata Kadispenau menjawab pertanyaan ANTARA saat jumpa pers di Base Ops Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat.
Agung melanjutkan latihan formasi merupakan materi yang wajib dikuasai oleh para penerbang karena menentukan keberhasilan tugas.
“Tanpa itu ya mungkin tidak bisa melaksanakan tugas,” kata dia. (**)
Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com