Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 28 Februari 2026

Pengendara Keluhkan Pungli "Seikhlasnya" di GOR Dispora Sumut

Redaksi - Senin, 01 Februari 2021 08:06 WIB
601 view
Pengendara Keluhkan Pungli "Seikhlasnya" di GOR Dispora Sumut
Foto SIB Roy Marisi Simorangkir
KUTIPAN: Oknum petugas sekuriti diduga mengutip uang parkir dari pengendara yang akan memasuki areal parkir GOR Dispora Sumut di Jalan William Iskandar/Pancing Deliserdang, Sabtu (30/1).
Medan (SIB)
Pengunjung Gedung Olahraga (GOR) Sumatera Utara (Sumut) yang membawa motor dan mobil banyak yang tidak senang terhadap pengutipan liar (Pungli) saat masuk ke areal parkir di GOR Sumut di Jalan William/Pancing Deliserdang selama berlangsungnya acara Fun Futsal sejak Sabtu (30/1) hingga Minggu (31/1).

Meski berdalih jumlah yang diminta "seikhlas hati", namun sejumlah oknum securiti GOR Dispora Sumut yang tidak dilengkapi karcis parkir meminta uang Rp5000 bagi pengemudi mobil dan Rp2000 kepada pengendara sepedamotor .

Pantauan SIB, GOR Dispora Sumut terlihat dipadati pengunjung yang ingin menonton pertandingan Fun Futsal di gedung itu. Selain karena akhir pekan, banyaknya pengunjung diduga karena pihak penyelenggara acara menghadirkan atlet nasional Futsal.

Kepada SIB di lokasi, Ryan (28) warga Jalan Setiabudi, Kecamatan Medan Sunggal menilai, pengutipan liar itu memberatkan dirinya dan belasan temannya yang datang secara berkonvoi ke lokasi menggunakan mobil masing-masing. Mereka juga mengaku kecewa dengan perkataan salah satu oknum securiti yang melarang masuk kendaraan yang tidak membayar dengan dalih areal parkir.

"Saya dan rombongan teman-teman datang menggunakan mobil masing-masing. Jumlah yang dikutip sama, Rp5000. Kami membayar dengan berat hati, karena selain jumlahnya dipatok, mereka (sekuriti-red) juga tidak dilengkapi karcis parkir resmi," kata Reyan.

Menurut pengakuan salah satu teman mereka, oknum securiti itu menolak ketika temannya membayar Rp2000 dan bersikeras meminta Rp5000. Merasa terancam tak bisa masuki lokasi GOR, temannya tersebut terpaksa menggunakan uang pecahan Rp100 ribu untuk membayar uang parkir.

"Tadi temen saya mengaku sempat dilarang masuk karena hanya membayar Rp2.000. Alasan mereka, pengutipan itu dilakukan karena keterbatasan areal parkir dan biaya perawatan. Begitu banyak kendaraan yang hadir karena ini hari Sabtu, bayangkan berapa banyak jumlah yang dikutip dan kemana penggunaannya?," kata pengunjung lain.

Pantauan SIB di lokasi, Minggu (31/1), terlihat pengunjung masih ramai mendatangi GOR Dispora Sumut untuk menyaksikan hari terakhir Fun Futsal. Di lokasi juga masih terjadi dugaan Pungli, meski hal itu dilakukan lebih secara tertutup bila dibandingkan hari sebelumnya.

Dikonfirmasi melalui telepon seluler, salah satu Kasubbag di Dispora Sumut berinisial Is mengaku tidak mengetahui perihal pengutipan tersebut. Ia berjanji akan memanggil pihak securiti tersebut untuk memastikan kebenarannya.

"Terima-kasih bang atas kerjasamanya. Saya gak tau tentang hal ini, soalnya kan ini hari Minggu. Besok Senin akan saya panggil petugas securiti untuk mencari tahu kebenarannya, bang. Tidak usah tulis nama saya bang," katanya.

Ditanya lagi perihal dugaan keterlibatan atau ada tidaknya setoran dari aksi Pungli itu, Is membantah. "Alah bang urusan anak-anak di lapangan itu bang, manalah awak campuri itu, tapi kalau ada yang kurang ajar akan kita tindak bang," sebutnya. (M15/c)

Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru