Rekor Sendiri Terpecahkan

Surya Darmadi Bikin Negara Rugi Rp 100 T Lebih

* Pihak Surya Darmadi Sebut Tidak Masuk Akal

422 view
Surya Darmadi Bikin Negara Rugi Rp 100 T Lebih
Foto: Kompas.com/Rahel Narda
TERSANGKA KORUPSI: Tersangka kasus dugaan korupsi, Surya Darmadi saat berada di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Rabu (24/8). 

Jakarta (SIB)

Tak habis pikir ketika mengetahui kerugian negara akibat perkara korupsi bisa mencapai puluhan triliun. Bahkan, rekor itu kini sudah terlampaui dengan disebutkannya dugaan kerugian keuangan negara dan perekonomian negara dalam perkara korupsi terkait pengelolaan lahan dengan tersangka Surya Darmadi.


Seperti diketahui, Kejaksaan Agung (Kejagung) membuat kejutan dengan menyebutkan adanya perkara korupsi yang diduga membuat negara rugi hingga Rp 78 triliun. Kasus yang dimaksud terkait pengelolaan lahan sawit oleh PT Duta Palma.


Dalam kasus itu ada 2 tersangka yang dijerat Kejagung, yaitu R Thamsir Rachman selaku mantan Bupati Indragiri Hulu dan Surya Darmadi sebagai pemilik PT Duta Palma. Jaksa Agung ST Burhanuddin saat itu mengatakan angka Rp 78 triliun itu diduga diakibatkan perbuatan melawan hukum yang telah dilakukan Thamsir pada saat menjabat Bupati Indragiri Hulu. Saat itu, menurut Burhanuddin, Thamsir telah menerbitkan izin lokasi dan izin usaha perkebunan di kawasan Indragiri Hulu seluas 37.095 hektare kepada lima perusahaan.


"Menimbulkan kerugian keuangan negara dan perekonomian negara berdasarkan hasil perhitungan ahli dengan estimasi kerugian sebesar Rp 78 triliun," kata Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam keterangannya melalui video yang diterima, Senin (1/8).


"Bahwa Bupati Indragiri Hulu Provinsi Riau atas nama RTR periode 1999-2008, secara melawan hukum telah menerbitkan izin lokasi dan izin usaha perkebunan di kawasan di Indragiri Hulu atas lahan seluas 37.095 Ha kepada lima perusahaan," sambung Burhanuddin.


Izin lokasi dan izin usaha itu diduga diberikan Thamsir kepada PT Banyu Bening Utama, PT Panca Agro Lestari, PT Seberida Subur, PT Palma Satu, dan PT Kencana Amal Tani yang merupakan milik Surya Darmadi. Kemudian, izin itu digunakan Surya Darmadi untuk membuka perkebunan dan produksi kelapa sawit tanpa izin pelepasan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan dan tanpa adanya hak guna usaha dari Badan Pertanahan Nasional.


"Izin usaha lokasi dan izin usaha perkebunan dipergunakan oleh SD dengan tanpa izin pelepasan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan serta tanpa adanya hak guna usaha dari Badan Pertanahan Nasional telah membuka dan memanfaatkan kawasan hutan dengan membuka perkebunan kelapa sawit dan memproduksi sawit," ujar Burhanuddin.


Angka ini tentu saja fantastis mengingat perkara-perkara korupsi lain sebelumnya berada di bawah jumlah itu. Ambil contoh kasus kondensat yang diduga merugikan negara Rp 37,8 triliun. Hakim telah menjatuhkan hukuman 16 tahun penjara kepada eks Dirut PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Honggo Wendratno. Hakim juga memerintahkan perampasan aset milik Honggo.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com