Syarief Hasan Ungkap Kisi-kisi Pemimpin Demi Wujudkan Indonesia Emas 2045


187 view
Syarief Hasan Ungkap Kisi-kisi Pemimpin Demi Wujudkan Indonesia Emas 2045
Foto: Dok. MPR
Syarief Hasan

Jakarta (SIB)

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan membeberkan kisi-kisi sosok pemimpin nasional untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya pemimpin yang terbaik adalah pemimpin yang memiliki pengalaman leadership, tegas, dan terbukti mencetak prestasi.

Hal tersebut dia sampaikan dalam Forum Diskusi Publik dengan tema 'Pemilu 2024: Menakar Kepemimpinan Nasional' yang digelar di GOR Desa Jambudipa, Warungkondang, Cianjur.

"Dan, banyak yang menyatakan bahwa dia adalah pemimpin yang terbaik. Banyak pendukungnya yang menyatakan bahwa dialah yang diharapkan menjadi pemimpin nasional," katanya dalam keterangannya, Sabtu (27/1).

Syarief Hasan berharap sosok pemimpin tersebut dapat memimpin RI pada saat Indonesia Emas tahun 2045. Dengan begitu bisa membantu mewujudkan cita-cita proklamasi serta tujuan berbangsa dan bernegara.

"Dengan pemimpin nasional seperti itu, mudah-mudahan Indonesia pada saat Indonesia Emas tahun 2045 mendatang akan bisa mewujudkan cita-cita dan tujuan bernegara," ujarnya.

Dalam forum ini, Syarief Hasan juga menjawab pertanyaan dari seorang peserta terkait kiat memilih pemimpin nasional dalam Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang. Menurutnya jawaban untuk pertanyaan tersebut relatif, karena akan ada subjektivitas yang belum tentu bisa diterima semua orang.

Hal ini mengingat setiap orang memiliki penilaian masing-masing. Meskipun demikian, Syarief Hasan menyebutkan gambaran secara umum yang bisa digunakan untuk memilih pemimpin nasional. Dia menyebut ilmu filsafat dalam hal ini dapat digunakan untuk menilai atau menjustifikasi terhadap calon pemimpin nasional.

"Dengan menggunakan ilmu filsafat, umpamanya ada 10 orang yang menilai sesuatu, dan dari 10 orang itu, persentasenya banyak yang menilai baik, maka ikutlah dengan persentase besar yang itu. Biasanya persentase yang lebih banyak itu mengandung unsur kebenarannya," jelasnya.

Dalam konteks politik saat ini dalam Pemilu 2024, lanjut dia, kepemimpinan nasional yang akan datang dapat dilihat dari postur pendukungnya.

"Mana pemimpin nasional yang mendapat banyak dukungan, suka atau tidak suka, memang itulah yang terbaik dari pilihan yang ada," tegasnya.

"Kita tidak punya pilihan. Hanya ada tiga pilihan calon pemimpin nasional. Mana yang terbaik di antara tiga pilihan itu tinggal dilihat mana yang lebih banyak pendukungnya, mana yang lebih banyak partai politik yang mendukungnya, maka itulah calon pemimpin nasional yang terbaik," imbuhnya.

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini menjelaskan kepemimpinan (leadership) adalah orang yang bisa mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan, mulai dari unit terkecil yaitu keluarga hingga ke tingkat negara.

"Dia mempunyai kapasitas untuk memimpin dan mengarahkan orang-orang yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan. Pemimpin harus bisa mengkoordinir orang-orang yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan," tuturnya.

Untuk menjadi pemimpin yang mumpuni, maka seorang pemimpin haruslah memiliki bekal pengetahuan yang baik yang didukung perilaku yang baik pula.

"Artinya, pemimpin harus mempunyai perilaku yang patut dicontoh," ujarnya.

Dia menjelaskan dalam falsafah Jawa disebutkan pemimpin itu jika berada di depan menjadi teladan. Sedangkan jika berada di tengah dia memberi karsa (mengarahkan), dan ketika berada di belakang, pemimpin ikut mendorong (tut wuri handayani).

"Itulah kepemimpinan," ucapnya. (detikcom/c)

Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com