Taiwan Ingatkan Konflik dengan China Akan Jadi Bencana Global

* China Tegaskan Taiwan Tidak Berhak Gabung PBB

157 view
Taiwan Ingatkan Konflik dengan China Akan Jadi Bencana Global
Foto: Istock
ilustrasi
Slovakia (SIB)
Menteri Luar Negeri Taiwan mengingatkan konflik yang terjadi antara Taiwan dan China akan menjadi bencana, tidak hanya untuk Taiwan, tetapi juga China dan seluruh dunia. Dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (27/10), dalam kunjungannya ke Slovakia, Joseph Wu, Menteri Luar Negeri Taiwan mengatakan bahwa China mungkin meningkatkan ketegangan dengan Taiwan untuk mengalihkan perhatian domestik dari ekonomi yang melambat dan permasalahan daya listrik.

Ketegangan meningkat ketika pesawat-pesawat militer China beberapa kali melakukan penyusupan udara di dekat wilayah Taiwan. "Teori klasik rezim otoriter berbunyi, ketika terjadi krisis domestik, mereka akan membuat krisis eksternal untuk mengalihkan perhatian domestik," ujar Wu.

"Ini mungkin masalah yang perlu kita hadapi," ucap Wu dalam pidato satu acara yang diselenggarakan oleh Globsec, lembaga pemikir urusan internasional di Slovakia. "Jika kalian melihat situasi China saat ini secara internal, ekonomi telah melambat dan sanksi Barat yang diberikan kepada China memberi dampak dan dalam beberapa bulan terakhir kami melihat bahwa ada kekurangan listrik yang serius," tuturnya.

"Situasi semacam ini mungkin dapat memicu pemimpin otoriter untuk berpikir terkait langkah eksternal guna mengalihkan perhatian domestik," imbuhnya. "Ancaman itu ada dan semakin memburuk," cetus Menlu Taiwan itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, baru-baru ini memprotes kunjungan Wu ke Slovakia dan negara tetangganya, Republik Ceko, dan menyebut Wu sebagai "separatis kemerdekaan Taiwan yang khas”. "China dengan tegas menentang negara-negara ini berkomplot dengan separatis kemerdekaan Taiwan dan menuntut agar negara-negara tersebut mematuhi kebijakan Satu China serta tidak menyediakan platform untuk kegiatan separatis kemerdekaan Taiwan," ucap Zhao Lijian.

Sebagai delegasi, kunjungan yang dilakukan Wu bertujuan untuk meningkatkan perdagangan dan hubungan ekonomi dengan beberapa negara seperti Lithuania dan beberapa negara Uni Eropa lain, yang memicu pertikaian diplomatik dengan China dengan memperbolehkan Taiwan membuka kantor perwakilan menggunakan namanya sendiri.

Tidak Berhak
Sementara itu, pemerintah China bersikeras menyatakan Taiwan tidak memiliki hak bergabung dengan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). China memberikan penegasan itu setelah Amerika Serikat (AS) menyerukan agar Taiwan memiliki keterlibatan lebih besar dalam badan dunia itu.

Seperti dilansir AFP, Rabu (27/10), Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Antony Blinken, pada Selasa (26/10) waktu setempat menyatakan dirinya menyesalkan Taiwan semakin tersingkir di panggung dunia. Pernyataan itu disampaikan Blinken saat memperingati 50 tahun sejak Sidang Majelis Umum PBB memvoting untuk menerima China menjadi anggota dan menolak Taiwan.

"Saat komunitas internasional menghadapi sejumlah persoalan kompleks dan global, menjadi penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk membantu mengatasi persoalan ini. Ini mencakup 24 juta orang yang tinggal di Taiwan," ucap Blinken dalam pernyataannya. "Partisipasi berarti dari Taiwan dalam sistem PBB bukanlah masalah politik, tapi masalah pragmatis," tegasnya.

"Itulah mengapa kami mendorong seluruh negara anggota PBB untuk mendukung partisipasi Taiwan yang kuat dan berarti dalam seluruh sistem PBB dan dalam komunitas internasional," tegas Blinken.

Menanggapi Blinken, China menegaskan bahwa pemerintahan Taiwan tidak memiliki tempat dalam panggung diplomasi global. "Taiwan tidak memiliki hak untuk bergabung dengan Perserikatan Bangsa-bangsa," tegas juru bicara Kantor Urusan Taiwan di Beijing, Ma Xiaoguang, kepada wartawan setempat.

"Perserikatan Bangsa-bangsa merupakan organisasi pemerintah internasional yang terdiri atas negara-negara berdaulat. Taiwan adalah bagian dari China," imbuhnya.

AS diketahui telah sejak lama menyerukan keterlibatan Taiwan dalam aktivitas PBB. Pernyataan terbaru ini semakin menambah eskalasi retorika diplomatik dan sikap militer atas Taiwan. Secara terpisah, Presiden Taiwan, Tsai Ing-Wen, menyambut baik pernyataan Blinken. "Berterima kasih atas dukungan AS dalam memperluas partisipasi internasional Taiwan," ucapnya via Twitter. "Kami siap bekerja dengan semua mitra yang satu pemikiran untuk menyumbangkan keahlian kami dalam organisasi, mekanisme dan peristiwa internasional," ujarnya. (AFP/detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com