Tanggapi Fadli Zon soal Pembubaran, Polri Pamer Capaian Densus 88


168 view
Tanggapi Fadli Zon soal Pembubaran, Polri Pamer Capaian Densus 88
Foto: Istimewa
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan
Jakarta (SIB)
Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon meminta agar Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dibubarkan melalui cuitannya di media sosial (medsos) Twitter. Polri merespons permintaan pembubaran oleh Fadli Zon dengan memamerkan sejumlah capaian Densus 88 dalam memberantas terorisme di Indonesia.

"Densus 88 adalah suatu organisasi di bawah Polri yang tujuannya adalah melakukan kegiatan pencegahan, melakukan penegakan hukum tindak pidana terorisme. Dan kita sudah lihat ya upaya-upaya yang dilakukan oleh Densus 88 sejak berdirinya, Densus sudah melakukan upaya-upaya yang banyak ya," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (11/10).

Ramadhan mengatakan Densus 88 tidak hanya melakukan upaya penegakan hukum, melainkan juga deradikalisasi terhadap para teroris. Misalnya seperti membuat para napi teroris (napiter) mengucap ikrar setia ke NKRI.

"Dan upaya-upaya tersebut juga tidak hanya melakukan upaya penegakan hukum, tapi upaya deradikalisasi yang dilakukan oleh Densus 88 seperti yang kita sampaikan kemarin, di mana upaya deradikalisasi yang dilakukan di Lapas Gunung Sindur," tuturnya.

"Di mana beberapa napiter yang sedang menjalani pidananya melakukan sumpah setia kepada NKRI. Ini menunjukkan bahwa upaya deradikalisasi yang dilakukan oleh Densus 88 itu berhasil," sambung Ramadhan.

Lebih lanjut, Ramadhan memberi contoh keberhasilan deradikalisasi Densus 88, di mana salah satu napiter bernama Imam Mulyana mengucap sumpah setia beberapa waktu lalu. Dalam pengucapan sumpah itu, Imam membeberkan kalau dirinya menyimpan 35 kg bom TATP 'Mother of Satan' di Gunung Ciremai, Jawa Barat.

Kepolisian pun langsung bergerak ke tempat penyimpanan bom TATP milik Imam Mulyana itu. Mereka langsung memusnahkannya di tempat.

"Dan juga setelah ia melakukan sumpah setia kepada NKRI, salah satu napiter atas nama IM menyebutkan bahwa ia masih menyimpan 35 kg bubuk TATP yang mana telah kita sampaikan kemarin. Terkait dengan apa yang disampaikan, kita prinsipnya Polri dalam hal ini Densus 88 terus bekerja, terus melakukan tupoksinya untuk melakukan pemberantasan terorisme," kata Ramadhan.

Untuk itu, Ramadhan menegaskan Densus 88 tidak akan bubar. Ramadhan mengungkapkan Densus terus bekerja untuk menyelamatkan Indonesia dari aksi terorisme.

"Jadi kita tidak bergeming dengan apa yang disampaikan, kita tetap bekerja. Demi menyelamatkan bangsa ini dari aksi-aksi terorisme di Indonesia. Ya prinsipnya kita tetap bekerja, kita tidak mendengar, hal-hal seperti tersebut. Kita tetap melakukan upaya-upaya dalam rangka mencegah dan penegakan terorisme di Indonesia," imbuhnya.

Sebelumnya, Fadli Zon meminta Densus 88 dibubarkan. Fadli menilai perubahan dunia membuat Densus sebaiknya dibubarkan.

"Narasi semacam ini tak akan dipercaya rakyat lagi, berbau Islamifobia. Dunia sudah berubah, sebaiknya Densus 88 ini dibubarkan saja," tulis Fadli melalui akun Twitter resminya, @fadlizon, Rabu (6/10).

Dalam cuitan tersebut, Fadli Zon juga men-quote tweet sebuah berita. Berita itu berjudul 'Densus 88 Klaim Taliban Menginspirasi Teroris Indonesia'.

Selain itu, Fadli mengatakan teroris memang harus tetap diberantas. Dia meminta jangan sampai teroris justru dijadikan komoditas.

"Teroris memang harus diberantas, tapi jangan dijadikan komoditas," tambahnya di tweet tersebut. (detikcom/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com