Terkait Puncak Siosar 2000, Masyarakat Desa Sukamaju Karo “Menangis” Minta Perlindungan ke Presiden RI

* DPRD SU Minta Pangdam I/BB dan Kapolda Sumut Segera Menindaklanjutinya

1.699 view
Terkait Puncak Siosar 2000, Masyarakat Desa Sukamaju Karo “Menangis” Minta Perlindungan ke Presiden RI
Foto: Dok/Ist
VIRAL: Inilah video jeritan hati masyarakat Desa Sukamaju Kecamatan Tigapanah Karo meminta perlindungan ke Presiden RI, Panglima TNI dan Kapolri yang viral di salah satu media sosial. 

Medan (SIB)

Masyarakat Desa Sukamaju, Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo menangis seraya minta perlindungan kepada Presiden RI Ir H Joko Widodo, agar tanah adat desa mereka di Puncak 2000 Siosar, segera diselamatkan dari penguasaan oknum pengusaha besar asal Medan, viral di Media Sosial (Medsos).


Melalui rekaman video yang berdurasi 2 menit 35 detik itu, masyarakat mengaku tidak tahan lagi atas adanya ancaman maupun teror yang dilakukan oknum pengusaha melalui tangan preman dan oknum TNI, agar masyarakat desa menyerahkan tanah adatnya.


Belakang diketahui dalam video viral tersebut yang berbicara, Intan Sembiring (masyarakat Desa Sukamaju) yang baru-baru ini tampil sebagai orator dalam aksi unjuk rasa "Masyarakat Simantek Kuta Desa Sukamaju" di depan Mapolda Sumut, BPN Sumut dan Kejati Sumut.


Dalam video itu, Intan Sembiring didampingi kaum ibu-ibu perwakilan masyarakat Desa Sukamaju mengatakan permohonannya kepada Presiden RI, Kapolri dan Panglima TNI agar peduli nasib masyarakat Desa Sukamaju yang selama ini merasa diintimidasi.


“Bapak Presiden Jokowi, Kapolri, dan Panglima TNI tolong kami pak, kami tidak berani lagi berladang di Puncak 2000 Siosar, karena selalu digertak preman yang dikerahkan oknum TNI berpangkat kolonel,” katanya dalam video tersebut sambil menangis.


Masyarakat juga berharap agar Presiden bisa melakukan tindakan demi menyelamatkan tanah adat mereka, agar masyarakat dapat terus menggunakannya untuk bercocok tanam, untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat sehari hari.


Selain itu, ujar Intan Sembiring, upaya warga mengadukan permasalahan ini telah dilakukan mulai dari Pemkab Karo, Polres Karo maupun Polda Sumut, tapi belum berhasil. Mereka selalu didampingi Ketua DPC Projo Karo Lloyd Reynold Ginting, untuk mendapatkan keadilan hukum.


“Namun akhir-akhir ini Ketua Projo Karo malah dijadikan tersangka dengan tuduhan pelanggaran UU ITE. Ke mana lagi kami harus memohon supaya kami dapat terus bertani di Puncak 2000 Siosar tanpa ada gangguan dari pihak manapun,” tuturnya.


Dijelaskan Intan Sembiring, masyarakat pernah dikumpulkan di sebuah “jambur” oleh oknum TNI berpangkat kolonel dan ditawarkan uang sebesar Rp2 miliar agar mau melepaskan lahan tersebut untuk keperluan pengusaha asal Medan.


Tapi masyarakat menolak, karena pada dasarnya tidak mau menjual tanah adat masyarakat.


Masyarakat menduga orang di balik aksi intimidasi dan pengiriman puluhan preman untuk menakut-nakuti petani Puncak 2000 Siosar, ujar Intan, diduga dikordinir oknum TNI untuk mengusir mereka dari areal pertanian masyarakat.


Intan berharap kepada Presiden, Panglima TNI dan Kapolri agar tidak ada seorang pun yang kebal terhadap hukum di negeri ini. Apalagi bukti-bukti berupa foto dan video, terkait adanya dugaan keterlibatan oknum TNI dan preman dalam kasus ini telah mereka kumpulkan.


Ketua DPC Projo Karo Lloyd Reynold Ginting kepada wartawan, Minggu (10/4) mengakui, bahwa video jeritan hati masyarakat Desa Sukamaju ini sudah mulai viral sejak, Kamis (7/4) sampai Minggu (10/4) dan kabarnya sudah sampai kepada Presiden di Jakarta.


Anggota DPRD Sumut Poaradda Nababan juga mengaku sudah melihat video masyarakat Desa Sukamaju tersebut dan berharap kepada Pangdam I/BB dan Kapolda Sumut secepatnya menindaklanjutinya. Jika benar ada keterlibatan oknum TNI, perlu ditindak tegas. (A4/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com