Try Sutrisno: Silaturahmi Purnawirawan TNI AD Tidak Bersifat Politik Praktis

Bersyukur Kurikulum Pancasila Kembali Diadakan

275 view
Try Sutrisno: Silaturahmi Purnawirawan TNI AD Tidak Bersifat Politik Praktis
(Foto: Muchamad Sholihin/detikcom)
Try Sutrisno di acara purnawirawan TNI AD 

Jakarta (SIB)

Silaturahmi Nasional Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) di Sentul, Bogor, Jawa Barat dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan hingga Menhan Prabowo Subianto.

Ketua BP PPAD Jenderal TNI Purn Try Sutrisno yang juga Wakil Presiden ke-6 RI menekankan bahwa acara itu adalah silaturahmi dan tak bersifat politik praktis.

"Silaturahmi pagi ini, sekali lagi saya tegaskan bukan suatu pertemuan yang bersifat politik praktis, tetapi apa yang dibicarakan semuanya ini adalah menyangkut politik kenegaraan. Kita tidak bicara politik praktis, kita bicara politik kenegaraan, tanggungjawab kita semuanya sebagai bangsa Indonesia," kata Try Sutisno saat memberi sambutan di acara Silatnas (PPAD) di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/8).

Presiden Jokowi diketahui menghadiri sekaligus membuka acara itu. Hadir pula Luhut Binsar Pandjaitan, Prabowo Subianto yang juga purnawirawan TNI hingga KSAD Dudung Abdurrahman.

Kembali lagi ke pernyataan Try Sutrisno, dia mengatakan regenerasi harus terus dilakukan.

Kepada anggota PPAD yang hadir, Try Sutrisno menitip pesan agar mendidik calon penerus bangsa sehingga memiliki kekuatan baik fisik maupun rohani.

"Yang kedua hadirin sekalian, harapan saya yang tadi saya menarik filosofinya Menteri Pertahanan tadi. Regenerasi harus selalu berjalan, karena manusia tidak hidup terus, jaman berubah, manusianya pun berubah, yang lahir bantulah jadi lebih baik, ini kewajiban kita," kata Try Sutrisno.

"Oleh karena itu saya harapkan, agar semua keluarga PPAD keluarga angkatan darat, bahkan seluruh keluarga bangsa ini dapat mendidik putra putrinya yang baik. Sehingga menghasilkan manusia yang sempurna, manusia sehat badannya dan kuat rohaninya," tambahnya.

Status pensiunan TNI, kata Wapres ke-6 RI ini, hanya sebagai proses administrasi. Namun, kata dia, perjuangan untuk bangsa dan negara harus tetap dilanjutkan.

"Oleh karena itu kita sebagai purnawirawan, kita sebagai tentara, kalau pensiun hanya administrasi, tetapi mengenai perjuangan tidak ada hentinya. Dan tolong saling mengingatkan, inilah tugas utama PPAD," kata Try Sutrisno.

Bersyukur

Tri Sutrisno dalam sambutannya juga sempat menyinggung soal penghapusan pelajaran Pancasila yang diganti dengan pelajaran kewarganegaraan. Ia juga mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang membentuk Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

Selain itu, Try Sutrisno juga bersyukur karena tahun depan Pancasila kembali menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah.

Menurutnya siswa SD hingga SMA dan mahasiswa harus memahami soal Pancasila.

"Oleh karena itu saya bersyukur Pak Jokowi sebagai presiden kembali membentuk badan pembinaan ideologi pancasila itu. Dan sekarang Alhamdulillah, sebagai upaya daripada badan baru ini kita bisa rapat dengan semua pemerintah, yang akhirnya menteri Dikbud juga akan nanti mengadakan kembali kurikulum Pancasila, mungkin di tahun depan," sebut Try Sutrisno.

"Mulai dari TK, SD, SMP, SMA, sampai ke perguruan tinggi, disamping itu tentu bagi aparat negara termasuk TNI dan Polri ini juga harus ditatar kembali," tambahnya. (detikcom/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com