USU akan Terus Berupaya Menambah Jumlah Guru Besar untuk Mengatasi Krisis Pendidikan

* Prof Dr dr Blondina Marpaung SpPD KR dan 3 lainnya Dikukuhkan Sebagai Prof USU

405 view
USU akan Terus Berupaya Menambah Jumlah Guru Besar untuk Mengatasi Krisis Pendidikan
Foto: SIB/Eddy Bukit
GURU BESAR: Keempat Profesor yang dikukuhkan foto bersama Rektor Dr Muryanto, (paling kiri), seterusnya Prof Blondina, Prof Ilmi, Prof Juliati br Tarigan, Prof Erna Frida dan sekretaris dewan Guru Besar USU. 

Medan (SIB)

Rektor USU Dr Muryanto Amin SSos Msi mengatakan, dunia pendidikan terus dipacu untuk mengubah proses pembelajarannya yang semakin terbuka, memberikan ruang yang lebih luas bagi mereka, yang memiliki beragam experiences (pengalaman) menghadapi persoalan kemanusiaan yang tidak pernah berhenti, untuk ikut berperan di dalam kampus.


“Interaksi mahasiswa dan dosen tidak lagi hanya dilakukan di ruang kelas tetapi harus membentuk jejaring inter disiplin dan bergaul dengan industri di berbagai negara dunia,” kata Muryanto pada pengukuhan 4 Guru Besar (Profesor) USU di Auditorium USU Medan, Senin (15/8).


Para Guru Besar USU yang dikukuhkan yakni Prof Dr dr Blondina Marpaung SpPD KR, dari Fakultas Kedokteran, Prof Dr Ir Ilmi MSc dari Fakultas Teknik, Prof Dr Juliati Br Tarigan SSi MSi, dari F-MIPA dan Prof Dr Erna Frida MSi dari F-MIPA.


Rektor USU mengatakan, upacara pengukuhan Guru Besar tetap USU dapat dilaksanakan secara luring. “Saya berharap pengukuhan ini memberikan semangat kepada kita semua melaksanakan tugas memajukan pendidikan di Indonesia,” katanya.


Dikatakan, Indonesia mengalami krisis pembelajaran sejak 20 tahun terakhir berdasarkan indikator tes PISA, yaitu alat ukur tes internasional yang menguji literasi, numerasi, dan sains.


“Hasil tes itu menunjukkan bahwa tidak ada peningkatan yang signifikan dalam 10-20 tahun terakhir dan 70% pelajar usia 15 tahun, ada di bawah kompetensi minimum untuk membaca dan matematika. Situasi ini bisa kita sebut sebagai krisis dan satu krisis itu membutuhkan solusi-solusi yang luar biasa untuk bisa mengejar ketertinggalan kita,” kata rektor.


Sementara pengelolaan pendidikan tinggi secara global sudah dilakukan dengan model sociopreneur university, yang menekankan pengembangan inovasi dan networking yang sangat luas sebagai cara memberikan solusi dari masalah-masalah kemanusiaan.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com