Video Rapat Tertutup OPD Pemprov Sumut Tersebar, Kabiro Adpim: Silakan Tanya Kominfo


278 view
Video Rapat Tertutup OPD Pemprov Sumut Tersebar, Kabiro Adpim: Silakan Tanya Kominfo
wikipedia
ilustrasi kantor gubernur sumatera utara
Medan (SIB)
Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Sumut terkesan buang badan atas video yang beredar dalam rapat tertutup organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumut, Senin (1/11) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Medan.

Padahal berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan dalam rapat rutin di jajaran OPD Pemprov Sumut itu aturan mainnya tidak diperkenankan perekaman gambar berupa video oleh peserta rapat atau pihak manapun yang ikut pada kegiatan itu. Bahkan wartawan atau media dilarang meliput ke area rapat. Wawancara baru dapat dilakukan setelah rapat selesai.

"Kami hanya menyiapkan acara saja, untuk perekaman video bukan kita. Silakan ditanya Dinas Kominfo," kata Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumut Basarin Yunus Tanjung saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (5/11).

Disinggung adakah informasi yang telah diperolehnya soal siapa oknum yang merekam peristiwa itu, ia justru bertanya balik. "Siapa yang merekam itu? cobalah tanya Dinas Kominfo. Kominfo yang lebih tau tentang IT kan," kata mantan Kabiro Pemerintahan dan Otda itu.

Basarin juga membantah bahwa rapat tersebut bersifat tertutup. "Setahu aku terbuka, karena ada media yang nanya waktu break tentang realisasi anggaran. Pak Gubernur bilang inilah mau dibahas ikut saja dengar jadi kalau ikut mendengar itu terbuka," sebutnya.

Ditekankan lagi bahwa Biro Adpim bagian dari leading sector kegiatan itu, ia malah meminta video yang telah tersebar itu dari wartawan. "Coba kirim samaku videonya," pungkasnya.

Seperti diberitakan, video rapat tertutup di jajaran OPD Pemprov Sumut Senin lalu tersebar dan telah menjadi konsumsi publik. Di kesempatan itu Wagub Sumut Musa Rajekshah (Ijeck) meminta kepada Gubernur Edy untuk rutin melakukan penilaian terhadap kinerja masing-masing OPD Pemprov Sumut.

Sebab ia menilai masih banyak pimpinan OPD yang belum mampu menerjemahkan program pembangunan sesuai dengan yang sering disampaikan Gubernur. Padahal pimpinan OPD yang menjabat saat ini merupakan hasil seleksi terbuka dan terbaik dipilih Gubernur.

Jika terus berlangsung demikian, maka sebaiknya pimpinan OPD yang tidak bisa menunjukkan prestasi kerja agar lebih baik dievaluasi. "Dan sudah berulang kali saya sampaikan mungkin semua bapak ibu sudah sering mendengar. Tapi pelaksanaan belum sesuai harapan," kata Ketua Golkar Sumut itu.

"Ada beberapa pak gubernur. Kalaulah seperti ini terus kita, maka semakin mubazir waktu. Sudah tiga tahun. Pembangunan, memang sudah ada progres pembangunan. Perubahan Sumut dari yang lalu sudah ada perubahan. Tapi belum signifikan sesuai harapan kita," sambungnya.

"Semuanya ini berpulang kembali kepada personelnya. Orang-orang yang ditempatkan, pimpinan OPD dan Kepala Biro di jajaran Pemprov Sumut juga hasil seleksi dan pilihan gubernur saat ini yaitu Pak Edy. Menurut saya pak, berulang kali ini saya sampaikan juga harus ada tindakan tegas. Harus ada tindakan tegas berdasarkan penilaian kinerja, tidak berdasarkan hubungan emosional," ujarnya.

Lalu Ijeck pun menilai hingga saat ini belum ada program konkret yang bisa dikerjakan beberapa OPD Pemprov Sumut secara terintegrasi. Eksesnya antara lain belum ada progres nyata untuk mewujudkan pembangunan sport centre, mengingat Sumut dan Aceh di tahun 2024 menjadi tuan rumah PON.

Selain itu, dia menyinggung masih rendahnya serapan anggaran padahal itu sudah mau akhir tahun dan menegur sejumlah eselon II yang dalam beberapa kali kesempatan dimintanya mendampingi tapi tidak gayung bersambut atas ajakan itu. (A13/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com

    wrong sql query