Wakil Ketua MPR Minta Adanya Strategi Tepat untuk Jawab Tantangan Sektor UMKM


211 view
Wakil Ketua MPR Minta Adanya Strategi Tepat untuk Jawab Tantangan Sektor UMKM
Foto: MPR Baca artikel detiknews, "Waka MPR Minta Adanya Strategi Tepat untuk Jawab Tantangan Sektor UMKM" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-7202906/waka-mpr-minta-adanya-strate
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat (Rerie)
Jakarta (SIB)
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) menyoroti tantangan pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, tantangan tersebut harus segera dijawab dengan langkah dan strategi yang tepat agar UMKM mampu mengakselerasi pertumbuhan di sektor ekonomi kerakyatan.
"Sejumlah tantangan di sektor UMKM nasional akan menjadi peluang untuk tumbuh bila kita serius dalam upaya mewujudkan berbagai langkah yang konsisten untuk menjawabnya," kata Rerie, dalam keterangan tertulis, Selasa (20/2).
Catatan Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia pada Agustus tahun lalu menyebutkan setidaknya ada empat tantangan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia pada 2024.
Tantangan tersebut yaitu mempertahankan UMKM dalam ekosistem digital, meningkatkan kapasitas, kualitas, dan produktivitas agar berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional, memperluas akses keuangan. Sebab baru 25% UMKM Indonesia yang memiliki akses keuangan, serta menerapkan proses ramah lingkungan dalam produktivitas mereka.
Menurut Rerie, pemanfaatan teknologi digital membuka peluang sektor UMKM untuk mengakselerasi pertumbuhannya lebih besar.
"Sehingga upaya untuk mempertahankan sektor UMKM tetap dalam ekosistem digital, harus konsisten dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi literasi digital yang masif dan berkesinambungan," ujar Rerie.
Di samping itu, tambah Rerie, membuka lebih lebar akses keuangan terhadap UMKM sangat penting dalam upaya mengantisipasi akselerasi pertumbuhan yang terjadi.
Menurutnya, peningkatan kapasitas pengetahuan para pelaku UMKM terkait tren yang terjadi pada pasar global juga diperlukan sehingga produk yang dihasilkan dapat lebih ramah bagi pasar global.
"Isu bahan baku yang ramah lingkungan saat ini tengah menjadi perhatian konsumen dan masyarakat di berbagai belahan dunia," ungkap Rerie.
Rerie sangat berharap para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah dapat terus berkolaborasi dengan baik untuk mengambil langkah yang tepat, agar mampu menjawab sejumlah tantangan yang dihadapi sektor UMKM di Tanah Air.
"Terjawabnya tantangan di sektor UMKM itu, diharapkan mampu ikut menopang pertumbuhan perekonomian nasional yang berujung pada pemerataan kesejahteraan rakyat yang lebih baik," pungkasnya. (**)
Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com