Yang Ganggu Program Vaksinasi Bakal Dipidanakan


303 view
(Foto Ant/Laily Rahmawaty)
PAPARAN: Tangkapan layar Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan paparan dalam acara Temu Nasional Relawan Joko Widodo bertajuk “Vaksin Sukses Ekonomi Bangkit” via YouTube, Kamis (25/3).
Jakarta (SIB)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan akan memberi sanksi pidana kepada kepada pihak yang mengganggu kelancaran program vaksinasi Covid-19. Sigit menuturkan setidaknya 181 juta warga Indonesia harus disuntik vaksin Covid-19 untuk membentuk herd immunity.

"Sekali lagi Polri telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung program vaksinasi, baik yang bersifat soft maupun yang hard approach, yaitu dengan menerapkan sanksi pidana terhadap masyarakat yang melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap kegiatan tersebut atau melakukan upaya-upaya untuk menggagalkan program vaksinasi," ujar Sigit dalam 'Vaksinasi Sukses, Ekonomi Bangkit' seperti dilihat melalui siaran YouTube Temu Nasional, Kamis (25/3).

Sigit mengatakan setidaknya 70 persen masyarakat Indonesia harus disuntik vaksin untuk menciptakan herd immunity. Sigit mengungkapkan kepolisian bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mendukung program vaksinasi Covid-19.

"Tentunya ini semua dilakukan untuk menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity. Paling tidak diharapkan dengan melakukan vaksinasi terhadap kurang-lebih 70 persen masyarakat, herd immunity ini bisa terwujud. Jadi kurang-lebih dari target jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 270 juta, maka paling tidak vaksinasi ini harus dilakukan terhadap 181 juta orang," terangnya.

Sigit menyebut TNI-Polri bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus berupaya menyukseskan program vaksinasi Covid-19 nasional. "Kegiatan-kegiatan ini tentunya menjadi penting dengan melibatkan seluruh rekan-rekan relawan sehingga program vaksinasi yang harapannya dalam satu hari bisa dilaksanakan 1 juta ini betul-betul bisa terwujud," tutur Sigit.

Sigit mengajak semua elemen bangsa bersatu melawan Covid-19, yang salah satunya dengan mendukung program vaksinasi.

"Tentunya harapan kita dengan sinergi yang kita bangun antara TNI, Polri, dan masyarakat serta seluruh stakeholder dapat mendukung pemerintah dalam mewujudkan kegiatan vaksinasi. Oleh karena itu, mari kita wujudkan vaksinasi sukses ekonomi bangkit menuju Indonesia maju. Mari kita satukan seluruh elemen dalam melawan Covid-19 sebagai musuh bersama," ujarnya.

Sebelumnya, Sigit mengatakan Indonesia telah mencoba berbagai model dalam menangani pandemi Covid-19, mulai dari pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Bahkan Indonesia juga menunda banyak agenda nasional untuk mendukung strategi itu.

"Penanganan Covid-19 Indonesia mencoba untuk melakukan beberapa model yang cocok dengan kondisi Indonesia. Beberapa waktu yang lalu Indonesia telah melakukan berbagai macam upaya untuk melakukan penanganan Covid-19, mulai dari melakukan kegiatan PSBB, kemudian upaya-upaya yang dilakukan untuk mengimbangi kegiatan tersebut dengan menunda agenda-agenda nasional termasuk juga dalam mendukung kegiatan tersebut dilakukan realokasi dan refocusing APBN," ujar Sigit.

"Namun, dalam pelaksanaannya, ternyata kegiatan itu belum dirasakan signifikan, sehingga kemudian dilakukan perubahan, dilaksanakan kegiatan PPKM. Namun dari hasil evaluasi ternyata kegiatan PPKM itu juga belum dirasakan signifikan," sambungnya.

Berhubung PSBB dan PPKM tidak menunjukkan hasil signifikan, lanjut Sigit, Indonesia melirik negara India yang berhasil menekan angka Covid-19 dengan PPKM mikro. Maka dari itulah Indonesia menerapkan PPKM mikro yang dianggap lebih signifikan dalam memberantas penyebaran virus Corona.

"Kemudian Indonesia mencoba melihat ada satu negara besar, yaitu India, yang melaksanakan kegiatan PPKM mikro, dan hasilnya signifikan. Dan oleh karena itu, saat ini kita melaksanakan kegiatan PPKM mikro. Dan alhamdulillah ternyata dari evaluasi selama beberapa pekan ini, ternyata PPKM mikro yang dilaksanakan di Indonesia berjalan cukup signifikan," terang Sigit. (detikcom/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com