Konser Musik Religi Klasik Felix Mendelssohn Bartholdy di Gereja HKBP Sudirman Medan


334 view
Konser Musik Religi Klasik Felix Mendelssohn Bartholdy di Gereja HKBP Sudirman Medan
(Foto: Dok FIRES / Maharwaty)
Konser: Alicia W Khunius (kanan), Konduktor Fellowship of Indonesian Reformed Evangelical Students Choir bersama Wesley Wimar Khunius dan Wiyono Khunius dan Alicia Wimar Khunius. Konser Lobgesang (Hymn of Praise) karya Felix Mendelssohn Bartholdy diadakan Sabtu (24/2 di Aula HKBP Sudirman Jalan Jendral Sudirman 17A Medan. 
Singapura (SIB)
Medan Oratorio Society (MOS) dan Fellowship of Indonesian Reformed Evangelical Students (FIRES) Choir menggelar konser musik religi klasik di Aula Gereja HKBP Sudirman Jalan Jenderal Sudirman 17 A Medan, Sabtu (24/2). Pergelaran menampilkan “Lobgesang” (Hymn of Praise) karya Jakob Ludwig Felix Mendelssohn Bartoldy dengan konduktor Alicia W Khunius.
Alicia Khunius di akunnya, Rabu (31/1), mengurai bahwa konser tak sekadar pertunjukan tapi juga mengedukasi publik bagaimana memainkan musik religi dan mendengar suara-Nya via musik. “Hymn of Praise adalah bagian dari karya monumental sepanjang sejarah musik, khususnya musik religi,” urainya dari Singapura.
Perempuan yang melanglang ke sejumlah negara dalam memainkan musik religi itu mengatakan, pada pertunjukan ada interaksi dengan pengunjung. Penonton diajak untuk berinteraksi melalui komposisi lagu yang dimainkan. “Karya Felix Bartholdy memiliki kekuatan besar dalam kehidupan religi secara global tapi mengena pada pribadi,” jelasnya.
Sebelumnya, Maharwaty mengutarakan, dalam ajaran Kristen, musik dan lagu sebagai bagian yang tak terpisahkan dari ibadah. “Umat memuji dan mengagungkan nama-Nya melalui harmoni dan lirik yang khusus. Lebih dari sekadar pencipta suasana, musik rohani diyakini memiliki kekuatan untuk mengisi jiwa yang kosong dengan pengingat akan keagungan Tuhan serta memberikan pencerahan kepada umat,” tegas pendiri Gracia Ecolab Garden tersebut. “Melalui musik rohani, orang percaya dapat merasakan koneksi langsung dengan Tuhan secara tak terduga,” tambahnya.
Sesuai pengalaman pribadinya, transenden via lagu adalah bentuk ekspresi penuh kasih kepada Sang Pencipta. “Penyembahan melalui musik, kita dapat mengalami transformasi dan pertumbuhan spiritual yang mendalam. Ibadah memperkuat, membangun, menegur, dan menyembuhkan kita. Ketika kita menyanyikan lagu-lagu pujian dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan, kehadiran-Nya mengelilingi hidup kita,” tambah Maharwaty.
Mengenai konser, info lanjut melalui bit.ly/konseredukasi2024 dan via MOS serta FIRES.
Dalam musik klasik, Mendelssohn seorang komponis musik romantik, pianis dan dirigen berkebangsaan Jerman. Pria kelahiran 3 Februari 1809 di Hamburg, Jerman menjadi kompponis terkenal di Eropa sejak sukses mementaskan karya-karya besar Johann Sebastian Bach. Yang paling fenomenal tatkala mementaskan “St Matthew Passion” karya komponis dan organis Jerman zaman Barok yang membuat namanya makin populer. Sang komponis wafat pada 4 November 1847, Leipzig, Jerman. (**)


Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com