Octav - Astry Lestarikan Seni Etnik Berpendekatan Milenial


840 view
Octav - Astry Lestarikan Seni Etnik Berpendekatan Milenial
Foto: Dok/KIB
Seni Etnik : Octav - Astry bersama Ketua Umum KIB Capt R Tagor Aruan, Susiana Simanjuntak, M Pardede serta musisi dan pekerja seni etnik di Medan, Senin (11/2). 
Medan (SIB)
Octavianus Hutahaean komit melestarikan seni etnik. Saat menggelar resepsi pernikahannya dengan Astry Sri Rejeki Rumahorbo di Wisma Taman Sari, Senin (11/1), Sekretaris Eksekutif Komite Independen Batak (KIB) tersebut menggenapi komitmennya menjaga warisan budaya leluhur.

Prosesi yang kental adat disuguhkan. Tetapi, demi merangkul kaum muda, pendekatan milenial dilakukannya. “Idealisme boleh lentur tapi jangan sampai luntur,” ujar Octav tentang sikapnya melestarikan seni tradisi.

Lentur diartikannya menyesuaikan dengan selera kekinian. Tetapi semuanya dalam frame adat. Saat penyambutan rombongan kedua mempelai, misalnya.

Dipergelarkan tortor dengan penari belia. Pernak-pernik tradisi lengkap disuguhkan, termasuk aksesoris yang dipakai tapi gerakan berisi elaborasi etnik dan temporer. “Minimal, dengaan cara itu, kaum muda melirik,” ujar Octa seusai prosesi sehari penuh yang didahulu pemberkatan di Gereja HKBP Sei Putih Ressort Sei Putih Medan.

Putra tokoh pemuda VS Hutahaean (+) - Ny St R Br Rumahorbo itu pun menyambut tetamunya dengan pendekatan etnik. Ketua Umum KIB Capt R Tagor Aruan yang datang dengan rombongannya, mengapresiasi.

Didampingi sejumlah pengurus seperti Tridarma Sipayung, Susiana Simanjuntak dan M Pardede, musisi Ronaldo V Sitompul, Capt Tagor Aruan didampingi istri, Mutiara Br Sitinjak, bernostalgia dengan lagu lawas, juga dalam nuansa etnik. Sebelumnya, pria yang menghabiskan sebagian besar usianya di industri bahari global itu, memberi nasihat di depan tetamu yang memenuhi ruangan hingga ke halaman.

Antisipasi desak-desakan, acara tersebut ditayang di aplikasi media sosial di sejumlah akun aktivis koleganya.
Soal cintanya pada Astry, Octav mengaku berjalan alami. “Rasa cinta itu tumbuh setahun lalu... terus sama-sama berkomitmen,” pekerja seni dan aktivis tersebut.

Octav punya perjalanan panjang sebagai aktivis. Saat masih mahasiswa, kerap turun ke jalan menyuarakan idealismenya.
Menggenapi idealismenya, bila ada gerakan membela kelompok marjinal, ia masih turun ke jalan. Terakhir ketika aksi mendukung peternak hewan khas. “Hewan tersebut bagian dari filosofi kehidupan...” ujarnya saat mengordinir unjuk rasa dua tahun lampau.

Octav pun melakukan hal serupa ketika ada aksi persekusi. Saat pesta demokrasi, ia berada di barisan pengawasan, yang menurutnya bagian dari idealisme. Masihkah menjadi pekerja seni etnik dan pelestari warisan leluhur dengan status yang baru? “So pastilah...” tutup Octav. (T/R10/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com