7 Kesalahan saat #CuciTangan yang Justru Sebarkan Virus


239 view
Foto: iStockphoto/AsiaVision
Kendati sederhana, dalam praktiknya masih banyak terjadi kesalahan saat mencuci tangan yang justru dapat menimbulkan masalah baru. 
Mencuci tangan dengan baik dan benar menjadi kunci agar tidak tertular virus corona. Namun, tanpa disadari banyak dari kita yang masih melakukan kesalahan saat #CuciTangan sehingga upaya pencegahan tidaklah optimal.

Kendati terbilang sederhana, dalam praktiknya masih banyak terjadi kesalahan saat mencuci tangan yang justru dapat menimbulkan masalah baru. Berikut 7 kesalahan saat mencuci tangan yang harus segera diubah agar bisa mencegah penularan Covid-19, melansir Readers Digest.

1. Cuci tangan terlalu cepat
Kesalahan umum saat mencuci tangan di antaranya terburu-buru ketika membersihkan tangan. Berdasarkan Journal of Environmental Health, 95 persen orang kurang lama saat mencuci tangan sehingga kurang efektif membunuh kuman.

Dalam studi tersebut diketahui rata-rata lama waktu orang mencuci tangan hanya berlangsung sekitar enam detik. Padahal mencuci tangan dianjurkan dengan sabun dan air mengalir sekurang-kurangnya 20 detik agar virus yang menempel di tangan musnah.
Lama waktu yang dibutuhkan setara dengan menyanyikan lagu 'Selamat Ulang Tahun' sebanyak dua kali.

2. Tidak menggosok sela-sela jari
Kesalahan yang sering dilakukan saat mencuci tangan yakni luput mencuci sela-sela jari. Jika Anda hanya menggosokkan sabun di kedua telapak tangan tanpa mencuci sela-sela jari, itu artinya tangan masih kotor.

Spesialis gastroenterologi dan internis dari NYU, Dr. Roshini Raj menyebut kuman suka bersembunyi di bawah kuku dan di sela-sela jari. Jadi jangan lupa menggosok area ini setiap kali mencuci tangan untuk menghilangkan kotoran, minyak, dan kuman.

3. Tangan dibiarkan basah
Memastikan tangan benar-benar kering sebelum meninggalkan kamar mandi dapat menghindari risiko virus kembali bersarang ke tangan yang telah bersih.

Menurut Dr. Raj, kuman mudah berkembang biak di tempat yang lembap, termasuk tangan yang masih basah. Anda dapat menggunakan tisu kering atau blower pengering untuk memastikan tangan benar-benar kering setelah mencuci tangan.

4. Mencuci tangan hanya setelah dari toilet
Mencuci tangan tak hanya ketika selesai menggunakan toilet. Cucilah tangan setiap kali menyentuh permukaan benda yang berada di tempat-tempat publik, seperti tombol lift, gagang pintu, mesin ATM, atau pegangan kereta.

Menurut Dr. Raj, kebanyakan orang mengira kewajiban untuk mencuci tangan hanya dilakukan seusai dari kamar mandi. Namun faktanya, Anda juga harus mencuci tangan secara berkala, terutama setelah beraktivitas dari luar.

5. Tidak pakai sabun
Air saja tidak seluruhnya efektif untuk menghilangkan bakteri yang menempel pada tangan.
Agar lebih maksimal, #CuciTangan dengan sabun dan air mengalir sangat ampuh dalam melawan kuman dan bakteri termasuk virus corona.

6. Langsung menyentuh permukaan benda setelah mencuci tangan
Pakar kesehatan dari National Sanitation Foundation, hampir seluruh permukaan benda mengandung bakteri yang berbahaya bagi kesehatan.

Untuk itu, sebaiknya bersihkan benda yang akan dipegang sekalipun itu barang pribadi seperti meja kerja, laptop, telepon genggam dengan cairan disinfektan agar kebersihan tangan tetap terjaga.

7. Mencuci tangan dari sabun isi ulang di tempat umum
Menurut penelitian dalam jurnal Applied and Environmental Microbiology sabun cair di kamar mandi yang biasa kita temukan di sekolah, tempat makan, dan toilet dapat mengantarkan virus ke tangan 26 kali lebih tinggi dibandingkan dengan mencuci tangan dari sabun yang dibawa sendiri.

Guna menghindari paparan kuman dari tempat sabun cuci tangan isi ulang yang tersedia di tempat umum, ada baiknya membawa sendiri sabun dalam botol kecil agar lebih higienis dan praktis.

Itulah 7 kesalahan saat mencuci tangan yang patut diperhatikan agar kita tidak mudah tertular virus Covid-19. (CNNI/a)