Pakar: Meski Ada Vaksin Corona, Tetap Harus Pakai Masker 4 Tahun


189 view
Foto: AP/Vadim Ghirda
Ilustrasi seseorang pakai masker
Saat Indonesia sudah mulai vaksinasi Covid-19, harapan melepas masker di tahun ini rasanya tidak mungkin dilakukan. Masker akan bisa dilepas ketika pandemi benar-benar berakhir.

Pakar Imunologi Universitas Airlangga (Unair), Dr dr Agung Dwi Wahyu Widodo MSi MKedKlin SpMK mengatakan, jika hal tersebut berkaca dari musibah pandemi pada tahun 1918 silam. Setidaknya membutuhkan waktu hingga 4 tahun, dimana pandemi benar-benar berakhir.

"Jadi kita wajib menggunakan masker selama 4 tahunan itu. Dan bisa lebih panjang lagi kalau masyarakat tidak patuh aturan," kata Agung di Surabaya, Senin (18/1).

Agung menjelaskan, setelah pemberian vaksin pertama, tubuh tidak langsung kebal dan terbebas dari virus Covid-19. Setidaknya perlu waktu seminggu untuk membentuk antibodi.

Antibodi yang dihasilkan pun kadarnya masih cukup rendah. Bahkan pada beberapa kasus, seperti Hepatitis B, antibodi tidak terbentuk setelah vaksinasi. Sehingga infeksi sangat mungkin terjadi meski telah menerima vaksin.

"Setelah pemberian vaksin pertama, antibodi masih belum terbentuk. Sambil menunggu antibodi meningkat dengan baik, kita tetap harus memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan lainnya," jelasnya.

Menurutnya, tujuan vaksinasi bukan untuk melepas masker dan bebas akan protokol kesehatan. Masyarakat masih harus tetap waspada. Sebab, vaksinasi juga tidak menghentikan penularan virus.

Dosen Fakultas Kedokteran Unair ini pun menyarankan, agar tetap melakukan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, mengurangi mobilisasi dan menjauhi kerumunan.

"Pemberian vaksin juga tidak melindungi kita dari proses penularan virus. Karena walaupun sudah divaksin, transmisi virus kan tetap terjadi," ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat, bahwa setelah pemberian vaksin, kekebalan tubuh belum tentu meningkat secara langsung. Terlebih hasil vaksinasi setiap orang tidak sama. Oleh karena itu, masker tetap perlu dipakai.

"Penggunaan masker dapat meminimalisir virus yang masuk ke dalam tubuh. Sehingga jumlahnya kecil dan dapat dilawan oleh sistem kekebalan tubuh," pungkasnya. (dth/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com