Demonstran Myanmar Bakar Bendera dan Pabrik China


82 view
(AFP PHOTO/STR)
Asap membumbung di atas kota Tamwe di Yangon pada Sabtu 27 Maret 2021, hari paling berdarah di Myanmar dengan lebih dari 100 orang tewas.
Yangon (SIB)
Demonstran Myanmar dilaporkan membakar bendera dan perusahaan milik China, dalam ketegangan terbaru sejak kudeta 1 Februari. Api melalap pabrik garmen JOC di Yangon, berdasarkan laporan media lokal dan keterangan dinas pemadam kebakaran. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam kebakaran itu, maupun kerugian yang diderita perusahaan.

Masih di Yangon, sejumlah aktivis membakar bendera China dan mengunggahnya di media sosial Facebook. Demonstran Myanmar menganggap Beijing sebagai sekutu junta militer. Sebanyak 32 pabrik yang didanai negara itu diserang di Yangon. Dalam kesempatan lain seperti dilansir Reuters via Channel News Asia Rabu (7/4), sebanyak tujuh orang tewas dalam aksi protes terbaru.

Pihak keamanan menembaki pengunjuk rasa di Kale, saat demonstran menuntut agar pemerintahan sipil dipulihkan. Harian lokal Mizzima dan Irrawaddy memberitakan, sebanyak lima orang tewas dalam kerusuhan di Kale. Mereka mengutip warga setempat, yang mengaku mendapatkan informasi dari saksi disertai foto jenazah korban. Sementara dua pengunjuk rasa ditembak mati di Bago, kota dekat Yangon, seperti diberitakan Myanmar Now.

Pemimpin junta, Jenderal Senior Min Aung Hlaing menuturkan pembangkangan sipil (CDM) sudah melumpuhkan rumah sakit, sekolah, hingga pabrik. "CDM di sini memang sudah berniat menghancurkan negara. Beda dengan aksi protes yang terjadi di luar negeri," kata dia.

Aosiasi Bantuan Tahanan Politik (AAPP) menyatakan, sebanyak 581 orang tewas sejak aksi menentang kudeta terjadi di 1 Februari. Dari jumlah tersebut, puluhan di antaranya adalah anak-anak yang ditembak mati militer maupun polisi. (Channel News Asia/kps/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com