10 Nelayan Pantailabu-Deliserdang Dituduh Terobos Batas Perairan Malaysia Akan Dipulangkan


178 view
10 Nelayan Pantailabu-Deliserdang Dituduh Terobos Batas Perairan Malaysia Akan Dipulangkan
Foto.SIB/Lisbon Situmorang
BERTEMU : Anggota DPRD Sumut dr Tuahman Purba dan tokoh masyarakat Sumut Parlindungan Purba SH, bertemu untuk memastikan data dengan keluarga 10 nelayan yang ditangkap Malaysia, Minggu (17/10/2021) di Pantailabu.
Pantailabu (harianSIB.com)

Sepuluh orang nelayan asal Dusun IV Desa Paluhsibaji Kecamatan Pantailabu Kabupaten Deliserdang yang ditangkap pihak Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) karena dituduh menerobos batas perairan negara, akan segera dipulangkan pekan depan.

Rencana pemulangan itu disampaikan anggota DPRD Sumut dr Tuahman Purba dan tokoh masyarakat Sumut Parlindungan Purba SH, saat mengunjungi keluarga 10 nelayan untuk memastikan data para nelayan, Minggu (17/10/2021) diliput Jurnalis Koran SIB Lisbon Situmorang, di Dusun IV Desa Paluhsibaji Kecamatan Pantailabu Kabupaten Deliserdang.

Disebutkan, pihaknya (Tuahman Purba dan Parlindungan Purba) bersama HNSI Sumut berkordinasi dengan Kementerian Kelauatan dan Perikanan (KKP) dan Kedutaan Besar/Konsulat Jenderal RI di Malaysia dan Instansi terkait di Malaysia, untuk proses pemulangan 10 nelayan.

Pada pertemuan itu, Parlindungan Purba langsung melakukan kontak video call dengan Ikhsan dari pihak KKP RI di Jakarta, dan berkomunikasi langsung dengan pihak keluarga 10 nelayan untuk memastikan rencana proses pemulangan itu. Tampak keluarga para nelayan menangis haru mendengar berita bahwa 10 nelayan akan segera dipulangkan.
“Besok akan dipastikan, untuk proses pemulangannya. Mudah-mudahan tidak ada halangan, minggu depan sudah bisa pulang ke tanah air. Saat ini 10 nelayan masih diamankan di Pulau Penang-Malaysia,” jelas Tuahman Purba. Direncanakan pemulangan 10 nelayan asal Pantailabu akan dilakukan ke Belawan bersama sampan (kapal) yang mereka gunakan sebelumnya.

Kepada wartawan, Parlindungan Purba mengatakan kedepan, para nelayan harus diberi edukasi agar para nelayan mengetahui batas wilayah perairan antara Indonesia dengan negara lain didukung alat deteksi berupa GPS (Global Position System).

Selain itu, diberi sosialisasi penggunaan alat navigasi serta alat komunikasi di kapal perikanan, sehingga tidak ada lagi nelayan yang melanggar batas penangkapan ikan di perairan negara lain, jelasnya.

Kesepuluh nelayan asal Dusun IV Desa Paluhsibaji itu adalah, Agus Salim (25), Mhd Ali Topan (19), Agus Tami Tanjung (47), Rizky Alamsyah (21), Aldi (17), Mhd Ali Hatari (19), Abdulah Sani (25), Agus Syahputra (25), Robi Hermanwan Silalahi (25), dan Juma (27). (*).

Penulis
: Lisbon Situmorang
Editor
: Robert/Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com