Aktivis Tuding Kejari Asahan Mandul Ungkap Kasus Korupsi


564 view
Aktivis Tuding Kejari Asahan Mandul Ungkap Kasus Korupsi
Edi Wahyono
Foto: Ilustrasi korupsi
Kisaran (SIB)

Tiga tahun lamanya Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan tidak ada melakukan pengungkapan kasus dugaan korupsi yang dilaporkan masyarakat. Hal ini menimbulkan isu miring dari para aktivis yang menuding jajaran Adhyaksa di Kabupaten Asahan itu mandul.

Berdasarkan data yang dihimpun harianSIB.com, diketahui Kejari Asahan terakhir melakukan pengungkapan kasus dugaan korupsi pada 2018. Kasus dugaan korupsi tersebut yaitu penjualan aset Pramuka Asahan ke Kabupaten Batubara dengan tersangka mantan Ketua Kwarcab Pramuka Asahan yang mengakibatkan kerugian negara Rp 400 juta.

Ketua DPP LSM Target, Zulfy Andry Zass kepada harianSIB.com, Senin (3/5/2021), mengatakan sejak tahun 2019 dirinya melaporkan kasus dugaan korupsi yang diduga dilakukan OPD Asahan. Namun, sampai sekarang tidak diketahui tindak lanjut dari laporan tersebut.

“Sudah tahunan tidak ada kabar beritanya. Kita berharap laporan supaya ditindaklanjuti, kalau tidak ya kita menuding Kejari Asahan mandul,” ujarnya.

Ketua DPP Independen Hukum Indonesia (IHI) Bahrum juga menyebutkan sejak tahun 2019 dirinya ada melaporkan 4 kasus dugaan korupsi ke Kejari Asahan. Namun jangankan mengusut tuntas, perkembangan kasus pun tidak pernah ada kedengaran olehnya.

Terkait hal ini, Kasi Intel Kejari Asahan Josron Malau melalui anggotanya Raymond Saptahari saat dikonfirmasi harianSIB.com, Senin (3/5/2021), menyebutkan tidak mengetahui pasti data pengungkapan kasus oleh Kejari Asahan. Dengan alasan masih setahun berdinas di Kejari Asahan, termasuk Kajari Asahan yang masih hitungan bulan menjabat.

“Laporan ada, tapi kita tidak tahu mandeknya di mana,” jawab Raymond ketika ditanya apakah tidak ada laporan dugaan kasus korupsi sehingga tidak ada pengungkapan kasus oleh Kejari Asahan.

Tetapi, lanjut Raymond, di tahun 2021 Kejari Asahan sedang menangani kasus dugaan korupsi yang tahapnya sudah naik ke tingkat penyidikan dari penyelidikan. “Kasus dugaan tersebut adalah penyalahgunaan Dana Desa Sei Dadap I/II dan pengadaan ternak sapi pada Dinas Peternakan Kabupaten Asahan Tahun Anggaran 2019 dengan pagu Rp1 miliar,” katanya.(*)

Penulis
: Mangihut Simamora
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com