Anis Matta Minta Data Kematian Covid-19 Tidak Dihapus


233 view
Anis Matta Minta Data Kematian Covid-19 Tidak Dihapus
Foto Istimewa
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Matta
Jakarta (harianSIB.Com)
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menyatakan, penghapusan data kematian Covid-19 dapat menciderai kredibilitas Indonesia di mata dunia internasional.

Sebab, data kematian akibat Covid-19 merupakan data standar dunia, karena seluruh negara terutama negara G20 melaporkannya secara harian.

Jika Indonesia tidak menyertakan data kematian tersebut, kredibiltias Indonesia dapat terciderai, bahkan bisa tidak diakui mengikut standar pelaporan WHO.

Hal ini dikemukakan Anis Matta saat memberikan pengantar Gelora Talks dengan tema 'Waspada! Ancaman Covid-19 Merambah Pedesaan', Rabu (11/8/2021), yang siaran persnya juga diterima Jurnalis Koran SIB Jamida P Habeahan di Jakarta,Kamis (12/8/21).

Anis Matta menyarankan data kematian tersebut seharusnya diperbaiki sesegara mungkin, bukan kemudian dihapuskan dalam pelaporan data harian Satgas Covid-19.

Perbaikan data dapat dimanfaatkan untuk keperluan validasi penanganan Pandemi dan konsekuensi data tersebut berguna menentukan kebijakan pemerintah yang tepat untuk masa depan.

Diingatkan, Indonesia harus mengirim sinyal baik kepada dunia internasional bahwa prinsip keterbukaan, kejujuran dan transparansi selalu diterapkan dalam penanganan Covid-19 selama ini.

"Indonesia memiliki persoalan data yang perlu diperbaiki tidak hanya dalam data kematian , tetapi juga data yang menyangkut testing, tracing dan treatment sehingga dunia tidak perlu ragu akan kredibilitas data Indonesia karena sebagai negara demokrasi Indonesia menganut prinsip keterbukaan, kejujuran dan transparansi yang juga diterapkan dalam penanganan Covid-19 selama ini," ujar Anis Matta.

Kasubbid Tracing Satgas Covid-19 dr.Koesmedi Priharto menolak menjawab soal penghapusan data kematian. Dia mengajak, semua pihak membangun kebersamaan, bergotong royong dan tidak saling menyalahkan.

Epidemiologi Lapangan Unsoed dr. Yudhi Wibowo menilai penginputan data yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih sangat buruk, bukan hanya soal data kematian, tetapi juga soal data perkembangan kasus baru.

Pakar Kebijakan Bioteknologi dan Kesehatan IPMI Business School Sidrotun Naim MPA PhD berharap Partai Gelora terus mendorong upaya vaksinasi, meskipun vaksinasi tidak bisa mencegah penularan Covid-19, apapun jenis vaksin yang diberikan.

Paling tidak jika terkorfimasi Covid-19 tidak sampai parah dan data kematiannya tidak terjadi kenaikan. “ Kita berharap peran Partai Gelora mendorong kerjasama vaksinasi di masyarakat," kata Sidrotun Naim, alumnus Harvard University ini. (*)

Editor
: Robert/Bantors
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com