Bertemu Wakil Wali Kota Medan, Guru Honor Minta Lebih Diperhatikan


127 view
Bertemu Wakil Wali Kota Medan, Guru Honor Minta Lebih Diperhatikan
Foto : Dok/Diskominfo Medan
Foto Bersama : Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman (tiga dari kiri) berfoto bersama perwakilan guru honor dalam acara silaturahmi di Balai Kota Medan, Selasa (7/9/2021).
Medan (harianSIB.com)

Sejumlah perwakilan guru honor di Medan meminta agar Pemko Medan lebih memperhatikan nasib mereka.

Hal itu dikatakan ketika para guru honor tersebut menemui Wakil Wali Kota Medan H Aulia Rachman di Balai Kota Medan, Selasa (7/9/2021), untuk menyampaikan sejumlah persoalan terkait kesejahteraan para guru-guru non PNS yang ada di kota Medan, seperti dilaporkan jurnalis koran SIB Roy Simorangkir.

"Kami minta Pemko Medan bisa lebih memperhatikan para guru-guru honor ini. Kami yakin wali kota dan wakil wali kota bisa mewujudkannya," ujar Nita mewakili guru honor yang bertugas di SD 060911 Medan Denai.

Dijelaskan, gaji guru honor saat ini masih sangat rendah, bahkan ada yang menerima upah sebesar Rp300 ribu. "Prihatin sebenarnya, sebab masih ada guru honoryang terima upah 300 ribu/bulan," tambah Nita.

Untuk itu, lanjutnya, program pemerintah terkait seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), sebagaimana yang telah diprogramkan pemerintah pusat, merupakan kesempatan dan peluang emas bagi para guru honor tersebut.

"P3K menjadi peluang bagi para guru honor, dan kami berharap bisa mendapat kesempatan mengikutinya," tambahnya.

Sementara Wakil Wali Kota Medan H Aulia Rachman menegaskan, Pemerintahan Kota Medan saat ini bertekad untuk fokus dan perhatian dalam upaya peningkatan kesejahteraan para guru honor.

"Tekad Pemko Medan bagaimana agar para guru honorer ini bisa memenuhi kebutuhan dan merasakan hidup sejahtera. Dan ini menjadi skala prioritas pemerintah dan satuan pendidikan agar bisa lebih memperhatikan kesejahteraan guru," tegasnya.

Pasalnya, sambungnya, para guru honor diyakini memiliki potensi dan kemampuan yang sama pula dengan para guru ASN, untuk mendidik anak-anak di sekolah dalam melahirkan generasi cerdas penerus bangsa. Karena itu para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut juga harus mendapatkan apresiasi setimpal dengan upah layak. (*)

Editor
: Robert/Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com