Desa Wisata Potensial Dikembangkan di Nias Selatan


193 view
Desa Wisata Potensial Dikembangkan di Nias Selatan
Foto Dok UDA
Foto Bersama: Tim Riset Keilmuan Universitas Darma Agung (UDA) yang dipimpin Elok Perwirawati SSos MIKom dan Wakil Dekan 1 Fisipol UDA Besti Rohana Simbolon SSos MSi foto bersama dengan Kadis Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Nisel Anggreani Dachi, di Teluk Dalam, Rabu (26/1/2022).
Teluk Dalam (harianSIB.com)

Kadis Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Nisel Anggreani Dachi menyebutkan Kabupaten Nias Selatan memiliki potensi besar untuk mengembangkan desa wisata. Saat ini telah ditetapkan 15 desa menjadi desa wisata. Jumlah ini akan bertambah ke depan seiring menguatnya animo dari warga untuk membangun desa wisata.

"Ada 15 desa wisata ditetapkan dengan SK Bupati Nias Selatan. Ini merupakan awal yang baik, dan ke depan diharapkan jumlahnya bisa bertambah lagi. Sebab banyak potensi desa kita menjadi desa wisata," jelas Anggreani Dachi ketika menerima Tim Riset Keilmuan UDA yang dipimpin Elok Perwirawati SSos MIKom, di Teluk Dalam, Rabu (26/1/2022).

Anggreani Dachi menegaskan proses pembentukan desa wisata harus muncul dari bawah. "Jadi harus ada komitmen dari warga dan pemerintah desa, selain persyaratan teknis lainnya. Kita akan selektif dalam menampung usulan desa wisata ini," katanya.

Menanggapi rencana tim riset UDA yang akan meneliti tentang 'Perencanaan Komunikasi Pariwisata dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Hilisataro Nandisa Menuju Desa Wisata Berbasis Sustainable Tourism Development', Anggreani Dachi didampingi Kabid Pengembangan Pariwisata Liberty Gratianus Fau, menyatakan dukungannya. "Kami harapkan jangan hanya penelitian saja, jika bisa sekaligus pendampingan, agar Desa Hilisataro Nandisa menjadi desa wisata," ujarnya.

Elok memaparkan temuan awalnya tentang potensi wisata yang dimiliki Desa Hilisataro Nandisa. Di sana ada Gumbu Park, yang di kawasan tersebut memilik air terjun lima tingkat. "Akses jalan sudah ada, dan air terjunnya sangat indah," paparnya. Dia menyebutkan juga hasil pertanian berupa durian, kelapa, pinang, dan kakao yang bisa diolah menjadi produk pariwisata.

Sebelumnya tim riset telah bertemu dengan DPRD Nisel, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Nisel dan Pemerintah Desa Hilisataro Nandisa, Kecamatan Toma Nisel. Mereka menyampaikan dukungan atas rencana penelitian ini. Hasilnya diharapkan bisa menjadi rekomendasi dalam membuat kebijakan pariwisata di Nias Selatan.(*)

Penulis
: Bantors
Editor
: Bantors
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com