Migor Masih Mahal, Pedagang Gorengan di Pematangsiantar Naikkan Harga


151 view
Migor Masih Mahal, Pedagang Gorengan di Pematangsiantar Naikkan Harga
Foto: Getty Images/iStockphoto/sergeyryzhov
Ilustrasi.

Pematangsiantar (SIB)

Harga aneka jenis minyak goreng (migor) baik dalam kemasan maupun curah yang diperdagangkan di sejumlah pasar tradisional maupun modern di Kota Pematangsiantar, Selasa (17/5) yang masih mahal, menyebabkan kenaikan harga aneka makanan yang diperjualbelikan, terutama gorengan, sehingga semakin dikeluhkan masyarakat selaku konsumen maupun para pedagang.


Menurut Sri seorang pedagang, dengan masih mahalnya harga mjnyak goreng dikisaran harga Ro 47.000 hingga Rp 52.090 ukuran kemasan 2 liter dan Rp 22.000-Rp 25.000 ukuran kemasan 1 liter, menyebabkan usaha aneka gorengan baik pisang, bakwan, tahu dan keripik olahan yang dijual mengalami kenaikan harga jual, dari sebelumnya Rp 1.000 per potong, naik menjadi Rp 1.250-Rp 1.500, demikian juga dengan aneka keripik goreng / sambal naik dari Rp 8.000 per bungkus menjadi Rp 12.000 per bungkus, karena para pedagang masih menambah modal untuk berbelanja.


"Harga jual terpaksa dinaikkan, mengingat harga minyak yang masih mahal dan aneka kebutuhan lainnya juga mahal, sehingga untuk mensiasatiya kami menaikkan harga jual, agar bisa tetap bertahan dalam mengelola usaha," ujarnya.


Keluhan yang sama juga diungkapkan Imel, seorang konsumen, mengeluhkan mahalnya harga minyak goreng, sehingga menyebabkan biaya belanja rumah tangga semakin besar. "Dengan mahalnya harga minyak goreng dan aneka kebutuhan lainnya, membuat ia harus berhemat dam cermat dalam berbelanja dan mengharapkan harga minyak semakin turun, sehingga dapat terjangkau dan membantu masyarakat yang akan berbelanja. (D3/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com