Pasca Bom Makassar, Polres Taput dan Kodim 0210/TU Perketat Pengamanan Ibadah Jumat Agung


199 view
Foto: Dok/Polres Taput
PENGAMANAN: Personil Polres Taput dan Kodim 0210/TU secara bahu membahu melakukan pengamanan ibadah Jumat Agung di gereja-gereja di Tapanuli Utara memgantisipasi gerakan teroris, Jumat (2/4).
Tarutung (SIB)
Mengantisipasi gerakan teroris pasca peristiwa bom Makassar, Polres Tapanuli Utara bersama Kodim 0210/TU memperketat pengamanan kebaktian perayaan Jumat Agung, Jumat (2/4)..

Langkah peningkatan pengamanan dilakukan kedua institusi tersebut, untuk memastikan ibadah perayaan Jumat Agung di masing-masing gereja di Kabupaten Tapanuli Utara dapat berlangsung aman dan nyaman untuk warga gereja.

Dandim 0210/TU Letkol Czi Roni Agus Widodo kepada SIB, Jumat (2/4) di Tarutung menjelaskan Kodim 0210/TU dan Polres Taput sejak Kamis malam (1/4) sudah melaksanakan PAM di gereja-gereja untuk memberikan rasa aman bagi jemaat saat melaksanakan ibadah pasca peristiwa bom Makassar.

Kapolres Taput AKBP Muhamnad Saleh melalui Kasubbag Humas Aiptu W. Baringbing kepada wartawan menjelaskan, perketatan pengamanan ibadah perayaan Jumat Agung dilaksanakan, mengingat terjadinya aksi bom bunuh diri di depan gereja Katedral Makasar oleh kelompok teroris dan juga aksi seorang perempuan yang yang memasuki Mabes Polri.

"Atas hal tersebut kita tidak mau kecolongan. Sehingga Polres dan Kodim 0210 /TU secara bersama-sama mengamankan kegiatan ibadah di masing-masing gereja di Taput," ucapnya.

Selanjutnya, Kapolres memastikan bahwa sebelum terjadi aksi teroris di Makasar dan Mabes Polri terjadi, pihaknya sudah melakukan pengamanan lingkungan gereja setiap ada acara kebaktian.

"Dulu kita tempatkan dua (2) orang anggota di masing-masing gereja. Setelah peristiwa Makassar kita tingkatnya menjadi 4 orang dari Polri dan 2 orang dari TNI," jelasnya.

Jumlah personil Polri yang ditugaskan khusus pengamanan ibadah Jumat Agung ini sebanyak 71 personil dari Polres Taput ditambah dua pertiga personil dari masing-masing Polsek sebanyak 10 Polsek jajaran Polres Taput dibantu TNI dari Kodim 0210/TU.

Sistem pengamanan yang dilakukan berbeda-beda untuk masing-masing gereja. Misalnya gereja di daerah perkotaan dengan jumlah jemaat besar, ditempatkan 4 anggota Polri dan 2 dari TNI.

Sementara untuk gereja yang jumlah jemaatnya tidak begitu banyak, hanya ditempatkan 2 personil. Bentuk pengamanan yang diterapkan, antara lain sebelum kebaktian dimulai petugas melakukan strelisasi di dalam gereja untuk memastikan tidak ada benda-benda yang mencurigakan.

Selain melakukan pengamanan, personil juga bertugas menghimbau warga jemaat gereja untuk tetap mengikuti protokol kesehatan dengan pola 5 M yaitu memakai masker , memcuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

"Hingga acara ibadah selesai, anggota kita tetap berada di lokasi pengamanan dan tidak boleh ada yang meninggalkan tempat. Itu sudah menjadi SOP yang kita terapkan dalam pelaksaan tugas," tegasnya. (BR6/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com