Pasca Lebaran, Harga Cabai Berubah-ubah di Saribudolok


180 view
Pasca Lebaran, Harga Cabai Berubah-ubah di Saribudolok
Foto SIB/Mey Hendika Girsang
CABAI RAWIT : Inilah salah satu cabai rawit di areal perladangan Saribudolok Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun. Harga cabai itu tidak stabil pasca lebaran 2021. Foto dijepret, Rabu (19/5).
Simalungun (SIB)
Pasca lebaran 2021, harga cabai di Saribudolok Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun tidak stabil. Akibatnya, petani bingung.

"Harga cabai tidak stabil, selalu berubah-ubah. Kita sebagai petani bingung, kenapa bisa terjadi seperti itu," kata petani Rusli Purba, Rabu (19/5).

Dia menerangkan, pada Selasa (18/5) sore, harga cabai rawit masih laku Rp 17.000 per Kg di tingkat petani. Kemudian pada Rabu (19/5) pagi, harga cabai itu turun drastis menjadi Rp 10.000 per Kg.

"Menjelang Rabu (19/5) siang, harga cabai rawit naik lagi menjadi Rp 18.000 per Kg. Tak berapa lama, harga cabai itu kembali turun menjadi Rp 15.000 per Kg. Kita bingung, kenapa bisa begitu," kata Rusli.

Begitu juga harga cabai merah, katanya. Pada Selasa (18/9) sore Rp 8.000-Rp 9.000 per Kg. Memasuki Rabu (19/5) pagi naik menjadi Rp 13.000 per Kg. Menjelang siang, naik lagi menjadi Rp 15.000 per Kg.

"Kemudian menjelang Rabu (19/5) sore, harga cabai merah itu turun lagi menjadi Rp 12.000-Rp 13.000 per Kg di tingkat petani," ujarnya.

Dikatakan, hal serupa juga terjadi pada cabai hijau. Harganya selalu berubah-ubah dalam tempo 2 hingga 3 jam. Mulai dari harga 10.000 per Kg, turun menjadi Rp 8.000 per Kg.

"Setelah harga Rp 8.000 per Kg, turun menjadi Rp 7.000 per Kg. Tak berapa lama, naik lagi menjadi Rp 8.000 per Kg. Selalu berubah-ubah," ucapnya.

Tidak stabilnya harga cabai itu membuat petani kerap mendapat harga terendah. Pasalnya, pembeli selalu menawar harga murah yang terjadi sebelumnya. Selain itu, petani juga banyak menunda panen akibat kejadian harga itu.

"Oleh karenanya, kami berharap kepada Pemda melakukan pengawasan harga jual beli barang pertanian, agar petani tidak tertipu saat menjual barangnya," harap Rusli dan petani lainnya. (D5/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com