Banjir Besar Bikin Warga Resah

Pemko Diminta Normalisasi Sungai di Jalan Asahan Gang Sitepu


138 view
Pemko Diminta Normalisasi Sungai di Jalan Asahan Gang Sitepu
(Foto SIB/Relieve Pasaribu)
Penimbunan tanah di bantaran sungai kecil di ujung Gang Sitepu Jalan Sei Asahan Medan yang dicurigai akan dilanjutkan dengan pembangunan rumah baru. Dalam foto juga terlihat bangunan rumah mewah dan plank pemberitahuan yang berdiri di bibir sungai kecil yang tidak terlihat karena tertutup pohon bambu. Foto dipetik, Senin (21/11).

Medan (SIB)

Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Kota Medan membikin sejumlah warga yang tinggal tidak jauh dari bantaran sungai resah.


Warga Jalan Sei Asahan Gang Sitepu, Kecamatan Medan Baru juga ikut resah sehingga meminta Pemko Medan dan pemerintah pusat segera melakukan normalisasi sungai di dekat pemukiman mereka yang kondisinya sudah dangkal.


Beberapa warga di antaranya Nyonya Siboro R Boru Sagala dan ibu Boru Marpaung menyampaikan keresahannya kepada wartawan saat melihat penimbunan tanah di bibir sungai yang melintasi kawasan pemukiman mereka di Gang Sitepu, Senin (21/11).


Pantauan wartawan, di sungai itu sudah terjadi penyempitan akibat banyaknya bangunan rumah sewa yang berdiri bibir sungai.


Di lokasi itu juga sudah ada berdiri plank yang dipasang Pemko Medan sebagai pemberitahuan kepada semua pihak untuk tidak melakukan pendirian bangunan di bibir sungai itu.


Menurut warga, penimbunan tanah itu sudah berlangsung dalam dua minggu terakhir di bibir sungai.


Hal itu dicurigai warga dengan rencana pemilik tanah untuk membangun rumah-rumah baru untuk disewakan.


Disebutkan, sudah puluhan kali truk lewat di Jalan Sei Asahan Gang Sitepu untuk mengangkut tanah dan ditimbun di bibir sungai kecil itu.


Hal itu juga dikhawatirkan juga merusak badan jalan kecil di pemukiman mereka karena truk bertonase berat melintas dalam beberapa hari ini.


“Kami sudah dengar informasi bahwa sungai ini sudah sejak 10 tahun lalu direncanakan akan dinormalisasi, tapi hingga saat ini tidak dilaksanakan. Penimbunan tanah itu juga kita khawatir akan menyebabkan banjir, karena takutnya sungai makin menyempit,” kata ibu Boru Sagala.


Di sepanjang bantaran sungai itu juga terlihat banyak berdiri rumah mewah yang berdiri dengan membangun tembok di dinding bibir sungai.


Hal itu juga membuat penyempitan alur sungai, padahal sesuai jalur hijau tidak diperbolehkan bangunan berdiri persis di bibir sugai.


Warga berharap Pemko Medan segera merealisasikan normalisasi sungai agar banjir tidak menerjang pemukiman mereka.


Selain itu aparatur Pemko juga harus tegas terhadap warga yang ingin mendirikan rumah dan menimbun bibir sungai agar tidak terjadi penyempitan alur sungai. (A12/R8/f)




Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com