Terkait Dinas Pertanian Simalungun Lebih Utamakan Pokir Dewan

Petani Silimakuta Minta Kejaksaan-Polri Awasi Ketat Kegiatan di Dinas Pertanian Simalungun


125 view
Petani Silimakuta Minta Kejaksaan-Polri Awasi Ketat Kegiatan di Dinas Pertanian Simalungun
(Sindonews.com/Dok)
Petani di Simalungun sedang menanam padi di kecamatan Dolok Panribuan. Ilustrasi
Simalungun (SIB)
Sejumlah petani di Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun meminta Kejaksaan dan Polri mengawasi ketat penentuan maupun pelaksanaan kegiatan di Dinas Pertanian Simalungun. Pasalnya, beredar kabar, dalam menentukan kegiatan di dinas itu, lebih diutamakan pokok-pokok pikiran (pokir) dewan dari pada usulan kelompok tani.

"Kita minta aparat penegak hukum membentuk tim untuk mengawasi hal itu, supaya tidak ada "ruang permainan" bagi oknum tertentu dalam menentukan kegiatan di Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun," kata sejumlah petani Silimakuta, di antaranya Risjon Purba, Herdin Saragih dan Parulian Naibaho, Rabu (24/11) secara terpisah.

Menurut Risjon, membentuk tim itu sangat perlu. Tim tersebut terdiri dari Kejaksaan dan Polri. Tugasnya khusus untuk mengawasi, agar tidak ada "persekongkolan jahat", sehingga kegiatan di Dinas Pertanian benar-benar kebutuhan petani, bukan kebutuhan dewan atau oknum-oknum tertentu.

Demikian juga disampaikan Herdin dan Parulian. Disebut, untuk menghindari terjadinya "persekongkolan jahat" aparat penegak hukum sebaiknya dibentuk tim untuk mengawasi semua kegiatan di Dinas Pertanian Simalungun.

"Jangan sampai terjadi persekongkolan itu. Kalau itu terjadi, maka petani atau kelompok tani akan menjadi budak-budak oknum tertentu. Kalau sudah begitu, petani hanya sebagai objek dalam perumusan pembangunan pertanian di Simalungun," ucap Herdin.

Menurutnya, pokir dewan memang sangat bagus kalau didasari dari usulan petani kepada dewan. Tapi kalau hanya insiatif dewan tanpa menyerap usulan petani, kualitas pokir dewan itu diragukan.

"Bisa saja pokir dewan itu untuk kepentingannya sendiri. Kalau sudah begitu, yang menentukan pelaksana kegiatannya pun sudah pasti ditentukan oleh dewan, sementara yang mengemban tanggung jawab adalah dinas pertanian. Kalau sudah begitu, amburadullah sistem kerja di dinas tersebut," katanya.

Karena itu, petani meminta kepada Dinas Pertanian Simalungun jangan mau terjebak pokir dewan. "Buatlah kegiatan sesuai kebutuhan petani melalui proposal. Jangan takut di-RDP-kan dewan (rapat dengar pendapat). Petani siap mendukung dinas pertanian," tegas petani itu.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun Jendri Saragih mengatakan, semua usulan-usulan pembangunan pertanian ditanggapi, baik itu proposal kelompok tani maupun pokir dewan. Hanya saja anggaran terbatas. (D5/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com