Puluhan Mahasiswa dari PK PMII Dairi Unjuk Rasa

* Minta Pembangunan di Tanah Pinem Diprioritaskan dan Kasus Dugaan Korupsi Dituntaskan

260 view
Puluhan Mahasiswa dari PK PMII Dairi Unjuk Rasa
Foto/SIB Tulus
UNJUK RASA: Puluhan mahasiswa dari Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Dairi gelar unjuk rasa terkait pembangunan di Kecamatan Tanah Pinem dan penanganan kasus korupsi, Senin (20/11) di depan kantor Kejaksaan Dairi.
Sidikalang (SIB)
Puluhan Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Dairi gelar unjuk rasa di depan kantor DPRD Dairi, Kejaksaan Dairi dan Kantor Bupati Dairi, Senin (20/11).
Pengunjukrasa membawa alat peraga unjuk rasa bertuliskan diantaranya, untuk menangkap Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu terkait dugaan korupsi pengadaan bibit kopi tahun 2021 di Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan dengan pagu Rp 1,6 miliar lebih.
Koordinator Aksi, Edy Syaputra Berutu, Prada Maha dan Supriadi Banchin bergantian menyuarakan aspirasi di depan kantor DPRD Dairi. Mahasiswa menyuarakan tidak maksimalnya fungsi pengawasan terhadap eksekutif, sehingga pembangunan di Dairi minum. Terkhusus di Kecamatan Tanah Pinem, dimana akses jalan banyak yang rusak sehingga merugikan petani.
"Kami meminta kepada Ketua DPRD Dairi, Sabam Sibarani, agar pembangunan di Kecamatan Tanah Pinem diprioritaskan, termasuk pembangunan jalan, pemberian bibit jagung dan pupuk," ungkap mereka. Sementara di depan Kejaksaan Dairi, mahasiswa meminta pihak Kejaksaan mengusut tuntas perkara dugaan korupsi pengadaan bibit kopi. "Kami melihat penanganan kasus belum maksimal dan berjalan ditempat," kata mereka.
Mereka meminta untuk menangkap bupati, terkait kasus korupsi tersebut. Mereka menuding bupati terlibat untuk mengarahkan memenangkan rekanan.
"Kami ada bukti otentik. Kami juga meminta pihak Kejaksaan Dairi, untuk membentuk tim investigasi, sehingga kasus tersebut bisa segera dituntaskan," ungkap mereka.
Di depan Kantor DPRD Dairi, mahasiswa ditemui Ketua DPRD Dairi, Sabam Sibarani didampingi Wakil Ketua, Halvensius Tondang dan anggota Rukiatno Nainggolan. Sabam Sibarani menanggapi pernyataan mahasiswa menyampaikan, bahwa aspirasi yang dibawakan mahasiswa akan ditampung, terkhusus di Kecamatan Tanah Pinem.
"Dalam waktu dekat dewan akan membahas APBD 2024, aspirasi mahasiswa menjadi bahan masukan anggota dewan," ungkapnya.
Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Dairi, Erwinta Tarigan saat menerima mahasiswa menyampaikan, penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan bibit kopi sudah tahap penyidikan dan sudah ada tersangka. Katanya, terkait keterlibatan bupati pihaknya butuh penyidikan tambahan. Pihaknya akan meminta keterangan para saksi.
"Dalam penanganan perkara itu, Kejaksaan tidak main - main dan tetap transparan. Kita juga masih butuh keterangan tambahan untuk pelimpahan kasus tersebut ke Pengadilan," ucapnya.Diakuinya, ada tim menangani kasus tersebut. Namun, saat ini tim tersebut sedang mengikuti persidangan kasus korupsi yang lain.(**)


Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com