Ratusan Sungai Kawasan Danau Toba Butuh Penerapan Konservasi DAS

* Perbukitan Danau Toba Selayaknya Jadi Hutan Lindung

89 view
FaktualNews.co/Internet/
Panorama Danau Toba
Pematangsiantar (SIB)
Ketua Lembaga Penelitian, Akademisi Universitas Simalungun Pematangsiantar Dr Tioner Boru Purba menyebutkan, ratusan sungai di sekitar perbukitan Danau Toba yang bermuara ke Danau Toba membutuhkan penerapan prinsip konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan menanami pepohonan sebagai tutupan lahan dan pengikat tanah.

Tioner yang mengaku telah meneliti DAS di beberapa perbukitan Danau Toba di tahun 2013-2016 ini mengatakan, pepohonan di berapa hulu sungai di perbukitan kawasan Danau Toba saat ini sudah kopong atau jarang butuh di konservasi untuk mengantisipasi potensi bencana banjir dan longsor seperti yang terjadi di Parapat beberapa minggu lalu.

Diterangkannya, selain tutupan lahan diperbukitan kawasan Danau Toba saat ini berkurang, struktur tanah di lereng perbukitan kawasan Danau Toba di kemiringan 15-50 persen berketebalan rata-rata 10 centimer-40 centimer masih muda, sehingga mudah tergerus air khusunya saat intensitas hujan tinggi.

"Rata-rata ketebalan tanah di lereng perbukitan Danau Toba, dangkal, muda dan terjal sehingga mudah longsor. Jika perbukitan tidak dilindungi dengan prinsip konservasi tanah dengan tanaman berakar dalam, khususnya di sepanjang areal DAS makan potensi longsor masih kerap akan terjadi," katanya.

Disampaikannya sesuai hasil penelitiannya, ratusan sungai di perbukitan kawasan Danau Toba yang terletak di kemeringan 15-30 persen mengalir ke dalam danau dan sekitar aliran sungai telah dikuasai masyarakat dan dikelola untuk lahan pertanian dengan cara penebang pohon dan membersihkan penutup tanah rerumputan tebal untuk diconversi menjadi berbagai tanaman berusia singkat, cepat panen dan berekonomi tinggi.

"Bercocok tanam di perbukitan dengan kemiringan yang terjal sah-sah saja dengan menerapkan metode prinsip konservasi dengan membuat teras-teras untuk mengurangi panjang lereng, berfungsi menahan air, mengurangi kecepatan jumlah aliran permukaan dan memperbesar peluang penyerapan air oleh tanah. Dan dibarengi dengan menanam pohon berakar dalam di sekitar perladangan untuk mengantisipasi bencana longsor dan banjir," katanya.

Ia menyampaikan, selain pemerintah harus mengevaluasi perbukitan Danau Toba, melarang penebangan pepohon khususnya di hulu, tengah, hilir sungai dan melarang pengambilan seresehan tanah dari hutan, pemerintah juga harus membuat larangan agar lahan di lereng perbukitan Danau Toba dengan elevasi 13 persen-40 persen tidak bisa dikelola menjadi lahan pertanian.

"Sepantasnya di lereng perbukitan 13-40 persen wilayah Danau Toba menjadi hutan lindung, baik itu yang sudah menjadi Areal Penggunaan Lain (APL) atau bukan kawasan hutan dan kawasan hutan. Kalau bisa perbukitan Kawasan Danau Toba menjadi Hutan Lindung agar tangkapan air Danau Toba, sungai tetap terlindungi sehingga bencana tidak terjadi".

"Meski lahan di sekitar perbukitan Danau Tona diperuntukkan untuk daerah pertanian dan dikelola masyarakat sendiri, sepantasnya menjadi daerah agroforestry dengan prinsip pengelolaan lahan yang dibarengi dengan pepohon dan prinsip konservasi," ujarnya. (D9/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com