Wali Kota Ingatkan Warga Takbiran dan Salat Ied di Masjid dengan Disiplin Prokes


115 view
Foto : Dok/Diskominfo Medan
FOTO BERSAMA : Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution berfoto bersama BKM dan anak-anak yatim dalam acara Safari Ramadan di Masjid Perjuangan 45 Jalan H.M. Yamin, Kelurahan Sei Kera Hilir II, Kecamatan Medan Perjuangan, Rabu (5/5).
Medan (SIB)
Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution mengingatkan agar umat muslim melakukan takbiran dan Salat Ied di masjid dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Hal itu disampaikan saat melakukan Safari Ramadan di Masjid Perjuangan 45, Jalan H.M. Yamin, Kelurahan Sei Kera Hilir II, Kecamatan Medan Perjuangan, Rabu (5/5).
Hadir dalam kegiatan itu, unsur Forkopimda Kota Medan, ustaz Dr HM Syukri Albani MA, Ketua BKM Perjuangan 45 Dr H Muhammad Fauzi beserta para jamaah, tokoh masyarakat dan anak-anak yatim piatu.
Dikatakan wali kota, sesuai data masjid di Kota Medan, berarti akan ada 1115 titik lokasi takbiran dan Salat Ied di Medan. Untuk itu, Bobby meminta agar pengurus masjid dapat mengajak jamaah untuk tetap mematuhi Prokes dalam menunaikan ibadah. Penerapan Prokes, akunya, merupakan salah satu ikhtiar untuk mencegah penularan Covid-19.
Kejadian di India dengan penambahan sekira 300 ribu kasus Covid-19 perhari, ujarnya, diharapkan dapat dijadikan pelajaran, mengingat hal itu terjadi karena kegiatan keagamaan. Untuk itu, pihaknya tak ingin ibadah umat muslim di bulan Ramadan dan silaturahmi 1 Syawal 1442 H memicu peningkatan kasus Covid-19.
"Karena itu, perlu ditekankan agar Prokes tetap dijalankan dalam pelaksanaan ibadah. Pandemi Covid-19 telah memukul perekonomian umat, terutama mereka yang bekerja harian. Dalam hal ini, masjid juga dapat berperan untuk memulihkan perekonomian umat," terangnya.
Dipaparkan, ekonomi syariah itu pertama kali diperkenalkan dan dikembangkan melalui masjid, bukan dari perbankan. Karena itu, masjid berperan dalam menggerakkan perekonomian syariah untuk mengayomi umat, termasuk mereka yang terdampak pandemi.

Diungkapkan, Pemko telah mencanangkan program Masjid Mandiri dengan 16 kriteria yang harus dipenuhi, di antaranya masjid diharuskan memiliki koperasi dan legalitas, serfikat lahan maupun bangunan.

Safari Ramadan kali ini berbeda bila dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena tak ada berbuka puasa bersama dalam kegiatan itu. Pada kesempatan itu, Pemko menyerahkan bantuan Rp50 juta kepada BKM Perjuangan 45 dan santunan kepada anak yatim piatu, serta paket buka puasa untuk dibawa jamaah pulang ke rumah.

Safari Ramadan diisi tausyiah singkat dari ustaz Dr HM Syukri Albani Nasution yang mengatakan, pemerintahan yang tak memandang masjid sebagai pusat peradaban tidak akan berjalan dengan baik. Karena itu, Syukri yang juga merupakan pengurus MUI Medan itu mengaku sangat mendukung Program Masjid Mandiri yang baru saja dicanangkan wali kota. (Rel, A16/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com