Alumni SDN 5 Berastagi dan SMP RK Kabanjahe Bangga, Rekannya Termasuk 'Orang Penting' di Kemenkominfo


142 view
Foto: SIB/Dok
PUTRA BATAK: Dua putra Batak, Anthonius Malau dari Kemenkominfo dan Tongam Lumbantobing dari OJK tampil bersama sebagai pembicara dalam seminar virtual tentang pengendalian konten video internet, Jumat (26/2). Anthonius adalah alumni SDN 5 Berastagi (1975) dan SMP RK Xaverius Kabanjahe (1979).
Medan (SIB)
Para alumnus SD Negeri 5 Berastagi Kabupaten Karo, yang terhimpun dalam Komunitas Esdelimakaro dan juga para alumni SMP RK Xaverius Kabanjahe (Kabupaten Karo juga) merasa bangga atas tampilnya rekan satu sekolah bahkan satu kelasnya dulu, Anthonius Malau SH yang saat ini termasuk salah satu 'orang penting' di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenominfo) RI di Jakarta.

"Kita sebagai teman sesama alumni dan satu sekolah sejak kelas 1 SD, tentu sangat bangga melihat teman kita yang tampil sukses. Selama SD, Anthonius Malau itu dipanggil Harangan Malau dan itu tertulis di buku absensi di sekolah sebelum raih ijazah tamat SD. Dengan tampilnya dia (Anthonius) melalui poster publikasi ini kita harapkan teman-teman lain yang dulu satu sekolah atau sekelas, bisa terkomunikasi untuk bergabung kembali dalam komunitas alumni. Kita yakin teman lain juga banyak yang sukses 'jadi orang' sesuai bidang dan profesinya, tapi entah sudah tersebar di mana saja semua," ujar Jefri Pinem Sin, pimpinan Komunitas Esdelimakaro, selaku admin WA group (WAG), kepada SIB di Medan, Jumat (26/2).

Jefri mengutarakan hal itu seusai mengikuti seminar virtual (live) bertajuk 'Bongkar Legalitas V*Tube* & Ti*kto*Cash!'pada Jumat (26/2), dengan pembicara utama Anthonius Malau, Kordinator Pengendalian Konten Internet Kemenkominfo, dan Tongam Lumbantobing Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keduanya putra Sumut-Batak yang ditampilkan pada poster tajuk seminar. (foto). Jefri kemudian langsung men-share foto poster tersebut ke sejumlah rekan sesama alumninya: Normal Ginting di Lampung, Amar Arif Purba di Batam, Sukirman alias Lepot (mayor purn-TNI Paspampres) di Bogor, Murbaik Ginting di Berastagi, Irwan Miwandi dan Ir Sanusi Surbakti MBA MRE di Medan.

Sembari memaparkan ringkasan topik seminar yang terkait maraknya kreatifitas dan produksi konten verbal maupun konten video oleh masyarakat peminat '-tuber-tuber' atau '--tokers-tokers' itu, Jeffri juga menyebutkan aksi dan produksi konten-konten sudah menjadi satu fenomena serius dengan potensi kerawanan dan plus-minus manfaat yang harus dibijaki serta disikapi pemerintah dalam pengendalian arus kemajuan teknologi informasi dan era digitalisasi.

"Itu berarti, dengan jabatannya sekarang, Anthonius alias Harangan Malau harus aktif, proaktif dan interaktif dalam mengendalikan konten-konten internet yang kian meluas terus. Soalnya, ketika kami sekolah di SD dulu (1970-1975), dia sangat pendiam dan suaranya baru terdengar ketika tiba sesi pelajaran Seni Seni Suara (bernyanyi satu per satu di depan kelas). Padahal, dia tinggal di kompleks pemukiman Listrik Atas kota Berastagi, yang setiap harinya bising dengan suara mesin listrik diesel di situ," ujar Jefri mengisahkan.

Hal senada juga disebutkan Imran Sahat Barita Sihombing, teman sekelas Anthonius di SMP RK Xaverius Kabanjahe (tinggal di Medan), bahwa Anthonius masih tampak agak pendiam di masa siswa SMP (1975-1979, ada penambahan masa sekolah 6 bulan di masa Mendikbud Daoed Joesoef), tapi terbilang cerdas dan sering tampil sebagai juara kelas. Sikapnya baru tampak gaul dan terbuka ketika kuliah di Fakultas Sospol USU mulai 1982.

"Selain Anthonius, ada Hermanto Sinulingga teman satu kelas dan satu sekolah kami di SMP, yang sekarang juga menduduki kursi salah satu direktur membidangi masalah lahan dan tanah di Kementerian Transmigrasi dan Pembangunan Daerah-Desa Tertinggal. Lainnya agak menonjol sebagai orang swasta seperti Segel Sembiring Pandia di perusahaan industri pengolahan susu di Jawa, yang sempat jadi guru. Ada juga Herlina Paulina Ginting, yang aktif berbagi makna Firman Tuhan sehingga komunitas kami mirip gereja atau mimbar jarak jauh," ujar Imran Sahat Barita. (M04/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com