Bobby Minta Doa Restu Ephorus Emeritus Pdt WTP Simarmata

Bobby akan Manfaatkan Statusnya Untuk Pembangunan, Tempatkan ASN Tidak Berdasarkan Agama


129 view
Foto SIB/Horas Pasaribu
FOTO BERSAMA : Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution foto bersama Ephorus Emeritus HKBP Pdt DR (HC) WTP Simarmata MA di kediaman WTP, Jumat (16/10). Tampak mendampingi Pembina tim pemenangan Bobby Nasution-Aulia Rahman, Sanggam SH Bakara, penasehat ekonomi WTP, Ir Erikson Tobing, Pdt Dr Elim Simamora, Pdt David Sipahutar, Sekjen Punguan Raja Naibaho se Indonesia Richard Naibaho, Ketua Punguan Raja Sinambela, Nikson Sinambela Medan, Ketua Punguan Raja Sigodang Ulu Sihotang Sumut, Manahan Sihotang dan pengurus pemuda GBI Excel Korua Tobing.
Medan (SIB)
Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution berkunjung ke kediaman Ephorus HKBP Emeritus Pdt DR (HC) WTP Simarmata MA, Kamis (15/10) di Jalan WTP Simarmata, Kecamatan Medan Selayang. Menantu Presiden Joko Widodo ini didampingi dewan pembina tim pemenangan Bobby-Aulia Rahman, Sanggam SH Bakara.

WTP Simarmata bersama istrinya br Purba, turut didampingi penasehat ekonominya Ir Erikson Tobing, Pengurus PGLII Pusat Pdt Dr Elim Simamora, pendeta HKBP Resort Tapian Nauli Pdt David Sipahutar, Sekjen Punguan Raja Naibaho se Indonesia Richard Naibaho, Ketua Punguan Raja Sinambela, Nikson Sinambela Medan, Ketua Punguan Raja Sigodang Ulu Sihotang Sumut, Manahan Sihotang, pengurus Pemuda GBI Excel Korua Tobing, Doni Butarbutar dan lainnya.

Bobby Nasution mengatakan, dia sendiri meminta untuk datang ke kediaman WTP Simarmata dan Bobby bersyukur Pdt WTP menerima kunjungannya tersebut. Kedatangannya adalah sebagai anak untuk meminta doa restu dan nasihat karena ada keinginan memimpin Kota Medan. Apalagi usianya masih muda, sehingga butuh nasihat dan masukan jika nanti jadi wali kota.

Dia tidak merasa ragu atau takut memperjuangkan Kota Medan sampai ke tingkat pusat, termasuk dengan kementerian tertentu.

Sebagai menantu presiden, Bobby mengatakan tidak pernah menggunakannya untuk kepentingan pribadi.“Saya tidak akan memanfaatkan status menantu Presiden Joko Widodo untuk mengambil proyek jalan tol, waduk dan sejenisnya tidak pernah saya lakukan. Tapi saya meminta izin kepada orangtua saya memanfaatkan semua ini untuk Kota Medan, maka saya diizinkan,” ucap Bobby.

Permasalahan Kota Medan, kata Bobby masih klasik, seperti jalan rusak, kemacetan, banjir dan kesejahteraan selalu dikeluhkan. Semua harus dibenahi, tapi yang penting adalah tatanan paling dalam dulu yakni sistim birokrasinya. Untuk memperbaikinya penuh waktu, perlu transparansi anggaran.

“Sistim di pemerintahan nanti yang akan kami buat di Medan bagaimana penempatan ASN tidak melihat suku, agama dan “sumbangannya”, tapi profesionalistasnya. Proyek tidak perlu dipecah-pecah sehingga ruas jalan dan drainase tidak sama tingginya. Kami tidak menyalahkan personalnya, tapi sistimnyalah yang salah,” ungkap Bobby.

Terkhusus lagi kata Bobby, untuk keberagaman yang sudah berkali-kali diterpa isu perpecahan. Ini adalah saat-saat yang genting untuk merajut kembali untuk hidup rukun dalam keberagaman. Kalau waktu itu Medan sempat dipecah oleh politik, maka Bobby akan menyatukannya kembali dengan politik juga.

WTP Simarmata menyampaikan kepada Bobby, jika nanti menjadi wali kota, “anggur merah”(anggaran untuk rakyat menuju sejahtera) harus diperhatikan. Karena tugas pemimpin itu adalah melindungi, mensejahterakan dan mencerdaskan. Dia yakin, nilai-nilai yang baik dari Presiden Jokowi diwariskan kepada Bobby Nasution. Apalagi Jokowi orang nomor 4 yang paling ditokohkan di dunia.

“Jadi seluruh anggaran itu untuk rakyat, karena itu tugas pemimpin. Kekuatannya adalah kebersamaan rakyat, sedangkan visi pemerintah adalah “anggur merah” itu,” kata WTP.

Di Skandinavia, kata WTP, rakyatnya aman, maju dan makmur karena pemimpinnya jujur. Sehingga diharapkan kaum muda meniru kepemimpinan Jokowi yang jujur. Pada kesempatan itu, WTP Simarmata mengulosi Bobby Nasution. Dia menyampaikan, ulos tersebut adalah tanda kasih, penyematannya selalu diiringi doa, agar diberkati, dilindungi Tuhan untuk sukses.

“Selamat berjuang, Tuhan memberi hikmat dan kebijaksanaan untuk setiap langkah. Inilah yang dirindukan bangsa, rukun damai, karena kita majemuk. Kemajemukan adalah kekayaan dan kekuatan,” tuturnya. (M10/f)

Penulis
: Redaksi