Nilai Kualitasnya Abal-abal

Dua Wakil Ketua DPRD Medan Kembalikan Meja Rapat


230 view
ANTARA/HO
Satu set kursi dengan yang terbuat dari kayu triplek di salah satu ruangan, Gedung DPRD Kota Medan, Senin (11/1/2021).
Medan (SIB)
Pengadaan meja rapat untuk pimpinan di DPRD Kota Medan menjadi masalah. Pasalnya, pimpinan DPRD Kota Medan menilai, meja yang mereka terima tidak layak dan kurang berkualitas. Salah satunya adalah meja rapat yang ada di ruangan Wakil Ketua Ihwan Ritonga SE MM. Meja berbentuk oval bermotif kayu berwarna coklat muda tersebut dengan paduan besi stainless yang memiliki delapan kursi ini dinilai murahan dan kurang berkualitas untuk diletakkan di ruangan pimpinan DPRD Kota Medan.

”Bukan saya tidak mau menerima meja rapat tersebut, namun coba lihat saja sendiri, kualitas meja rapat itu, saya lihat kurang layak dan tidak berkualitas atau istilahnya Abal-Abal. Untuk itu, kita minta dikembalikan kepada Sekretariat DPRD Kota Medan,” ujar politisi dari Partai Gerindra Kota Medan ini tanpa memberitahukan rincian biaya pembelian meja rapat tersebut, Selasa (12/1).

Ihwan Ritonga juga menilai, selama ini banyak pengadaan di Sekretariat DPRD Kota Medan dinilai mubajir dan terkesan pemborosan. “Kalau untuk memperindah suasana di dalam gedung, silahkan saja, itu sah-sah saja. Namun, janganlah terkesan asal jadi dan membeli barang berkualitas abal-abal (tidak layak),” ucap Ihwan Ritonga.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Medan dari PKS H Rajudin Sagala SPd.I juga mengatakan hal yang sama. Dia ikut mengembalikannya karena dinilai tidak layak. “Mejanya terbuat dari triplek tipis yang dilapisi plastik warna, kakinya dari rangka baja (besi) tipis dan ringan. Setelah saya periksa ternyata goyang, tidak kokoh. Jika terkena tumpahan air sedikit saja pasti terkelupas. Meja seperti itu cocoknya untuk warung kopi yang menyediakan sarapan pagi yang ringan-ringan, bukan untuk meja rapat dan pertemuan di kantor,” tegasnya.

Menurut dia, DPRD Medan akan merasa malu kalau meja seperti itu digunakan. Jika sempat digunakan dan diduduki warga yang bertamu atau menyampaikan aspirasi sangat tidak pantas. Karena selama ini hampir setiap hari ada orang bertamu. “Kita juga sering menerima tamu dari luar kota, seperti anggota DPRD dari kabupaten/kota lain.

“Kalau begini kualitas mejanya, kita akan merasa malu meja rapat pimpinan dewannya tidak berkualitas. Makanya barangnya kami tolak sebelum digunakan,” tuturnya.

Terpisah, Kabag Umum Sekretariat DPRD Kota Medan, Andi Harahap ketika di konfirmasi wartawan mengatakan, pengadaan meja rapat untuk pimpinan dewan tersebut sudah sesuai spek, tapi dia tidak memberitahukan harganya. Diakuinya, bahwa meja rapat tersebut adalah tempahan dan kualitasnya bagus. “Ya, mungkin masalah selera saja, atau mungkin tidak cocok,”ujarnya. (M10/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com