Gubernur dan Badan Otorita Agar Segera Tuntaskan Penanggulangan Ikan Red Devil di Danau Toba


130 view
Gubernur dan Badan Otorita Agar Segera Tuntaskan Penanggulangan Ikan Red Devil di Danau Toba
Foto: Ist/harianSIB.com
Roy Fachraby Ginting

Medan (SIB)

Perkembangan ikan iblis atau red devil fish sudah semakin luar biasa di Danau Toba dan menyerang dan memakan ikan endemik seperti mujair, nila, ikan emas, ikan batak dan jurung di danau tersebut. Hal ini tentu ini menjadi ancaman serius bagi nelayan dengan adanya predator ikan asing di perairan Danau Toba.

Kasus tersebut menarik perhatian Dosen Hukum Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara Roy Fachraby Ginting, disampaikan ke wartawan, Rabu (27/3/2024).

Karena itu, Roy Fachraby Ginting meminta agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Badan Otorita Danau Toba serta kabupaten yang ikut memiliki wilayah perairan Danau Toba menginisiasi solusi penanggulangan dan pengurangan keberadaan ikan predator (red devil) tersebut. Pihaknya siap menawarkan solusi berupa pengendalian dan sekaligus menekan perkembangan ikan hama tersebut dengan beberapa langkah atau cara dalam upaya penyelamatan ekonomi nelayan di sekitar Danau Toba, kata Roy Fachraby Ginting.

Roy Fachraby mengatakan, tujuan untuk menghambat dan menekan keberadaan ikan red devil ini dalam upaya menjamin ketersediaan ikan konsumsi khas Danau Toba seperti ikan nila, mujahir, lele ikan mas dan ikan batak bisa kembali pulih seperti sediakala di perairan Danau Toba.

Keberadaan ikan khas ini menjadi salah satu pekerjaan bagi nelayan sebagai sumber pendapatan keluarga untuk dijual sebagai memenuhi kebutuhan hidup dan pangan bagi masyarakat di sekitar DanauToba. Saat ini, pendapatan nelayan tersebut semakin berkurang, bahkan ikan khas Danau Toba nyaris sulit didapat karena dimangsa oleh ikan red devil, kata Roy Fachraby Ginting

Roy Fachraby mengharapkan agar Gubernur dan jajaran Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara bisa segera berkolaborasi dengan Badan Otorita Danau Toba dan Bupati yang memiliki wilayah Danau Toba agar bisa duduk bersama untuk mengatasi dan membuat solusi atas permasalahan keberadaan ikan red devil. Hal ini mengingat hasil produksi ikan khas Danau Toba sebagai sudah sangat sedikit dan sulit untuk berkembang, kata Roy Fachraby Ginting.(**)

Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com