Medan (SIB) -Mariamman Kuil di Jalan HM Said Gang India Kampung Durian Medan menyelenggarakan perayaan Navarathri, dengan menggelar berbagai kegiatan ritual dan berbagai acara persembahan nyanyian rohani, tarian, atraksi Barongsai, Tulasi dan Reog. Ponorogo, Sabtu malam (30/9).
Acara ini berlangsung berkat kerjasama pengurus kuil Mariamman yang diketuai Siwa Kumar dengan Pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia ( PHDI) kota Medan diketuai Kalidasen.
Puncak acara kegiatan ini bukan saja dihadiri umat Hindu, tetapi juga mendapat sambutan dari masyarakat lainnya, terutama saat pengusungan Mahisasura Mardini yang dijuluki Dewi Sakti ( Dewi Durga) dan pembakaran Raja Iblis Asyura yang berkepala kerbau yang dijuluki sebaga lambang kejahatan, dimana Dewi Durga meraih kemenangan, setelah selama 9 hari bertempur melawan Asyura.
Pengusungan Dewi Durga di atas kereta kencana, dilepas Camat Medan Perjuangan Fahri Matondang dan Camat Medan Timur Parulian Pasaribu, bersama Ketua PHDI, Kalidasen, mewakili Kapolsek Medan Timur Iptu R.Samosir, Ketua Mariamman Kuil, Siwa Kumar, Pdt Minder, sejumlah tokoh dan para muda mudi di antaranya Bobby, Jendren, Surya Dr Rawi, mewakili aparat kelurahan Sidorame Barat I Medan, Lukmanul Hakim, Sri Wahyuni dan undangan lainnya..
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) kota Medan Kalidasen pada kesempatan itu mengatakan, perayaan Navarathri itu diselenggarakan setiap setahun sekali menjelang pelaksanaan Devawali yang akan berlangsung pada 18 Oktober mendatang.
Menurut Kalidasen, perayaan ini perlu dilestarikan, supaya para generasi muda dapat memahaminya, betapa perjuangan dari Dewi Durga yang juga dijuluki Dewi Keberanian, Kedamaian dan Pendidikan ini mampu mengalahkan si Raja Iblis Asyura, demi menegakkan kebenaran.
"Pertunjukan atraksi yang ditampilkan juga beragam, ini mewujudkan rasa kedamaian dan kebersamaan, dalam menjaga toleransi umat beragama, untuk tetap rukun dan damai," tegas Kalidasen.
Arakan pengusungan Dewi Durga disepanjang Jalan HM. Said, jalan Cahaya, Jalan Bambu 2, Jalan Gaharu, Perintis Kemerdekaan dan kembali ke titik start di Jalan HM Said, Gang India, mendapat sambutan warga masyarakat untuk menyaksikannya, terutama ritual pembakaran Asyura yang berakhir lewat tengah malam, ditutup dengan pelepasan kembang api.
(R6/l)