Mendapat Lingkungan Kerja Baik

Oleh : Upasaka Madyamiko Gunarko Hartoyo

261 view
Sumber: businessnewsdaily
Ilustrasi
Kualitas lingkungan dan kehidupan karyawan di lokasi kerja dapat menjadi indikator keberhasilan seorang atasan. Suasana yang menyenangkan merupakan hal yang membuat para pekerja menjadi lebih bersemangat dan betah dalam menyelesaikan pekerjaan. Dengan situasi yang demikian, pastinya perusahaan dapat memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, serta mampu memberikan hasil kerja yang maksimal. Terdapat sejumlah prinsip dalam ajaran Sang Buddha yang bermanfaat dalam mendapat lingkungan kerja yang baik

Prinsip pertama yang perlu dipahami adalah terkait Kebenaran/ Dhamma. Kita percaya bahwa di balik semua lapisan ketidakharmonisan yang ada, semua orang pada dasarnya baik, mereka pada dasarnya tidak kacau. Ketika rekan kerja mengganggu anda atau ada hambatan di tempat kerja yang tampaknya tidak dapat diatasi, hal ini datang dari sudut pandang pada kebaikan dasar anda sendiri serta orang lain dengan sudut pandangnya sendiri.

Tingkat kepercayaan muncul ketika kita dapat memahami aspek kebenaran, yaitu mengakui kebaikan orang lain dan mengakui kebaikan kita sendiri. Ada beberapa tingkat yang paling dasar untuk mendapatkan rasa hormat dan kepercayaan dari waktu ke waktu. Ketika kita dapat lebih sedikit mengangkat pandangan anda dan belajar berinteraksi dengan rekan kerja dari perspektif itu mengubah keseluruhan dinamika kantor.

Prinsip kedua adalah kemurnian. Kemurnian menjadi prinsip yang cukup untuk melihat situasi apa adanya. Ini melambat ke satu titik untuk melihat realitas situasi dan sampai pada logika seputar apa yang terjadi selanjutnya. Kita dapat saja tersandung di dalam perjalanan kehidupan, tetapi ada banyak yang bisa dilakukan: Mengakui kesalahan Anda, memaafkan diri sendiri, dan berkomitmen untuk tidak pernah membuat kesalahan itu lagi - dan bagian terakhir itulah yang membutuhkan disiplin.

Prinsip berikutnya adalah tak kenal takut. Hal ini bukan berarti kita tanpa rasa takut. Ini adalah gagasan bahwa ketika ketakutan muncul, seperti yang akan terjadi sepanjang hidup kita, kita bersedia untuk melihatnya, mengatasinya, dan melihat jalan keluarnya. Kita tidak akan lari dari situasi menakutkan. Kita tahu cara tercepat mengatasi rasa takut adalah dengan menghadapinya.

Prinsip keempat yang dapat kita gunakan adalah prinsip kebajikan. Saat kita menghadapi kecepatan dan tuntutan kerja yang sering terjadi dalam skenario tempat kerja, kita dapat melawannya dengan kelapangan. Ini seperti ilmu bela diri meditasi di mana semakin banyak pekerjaan atau orang menjadi agresif, kita semakin menjadi luas. Ada rasa bermain yang kita tanamkan dalam aktivitas kita sehingga kita tidak terlalu tertekan.

Kita perlu memahami prinsip bahwa kehidupan spiritual dan kehidupan rumah tangga berbeda dari pekerjaan kita. Tidaklah tepat ketika kita berjalan ke kantor dan pikiran kita berubah-ubah untuk urusan keluarga. Jika kita memaksakan diri untuk melakukan itu, itu seperti kita menjalani kehidupan ganda dan itu menguras kita dalam jangka panjang. Semakin kita mengambil perspektif holistik dari pekerjaan kita, semakin baik - dan semakin kita berhubungan dengan orang lain berdasarkan kehidupan pribadi kita, semakin baik.

Prinsip yang terakhir namun tidak kalah paling penting adalah bersukacita. Bersukacita adalah salah satu hal yang sebenarnya tidak cukup kita lakukan di lingkungan kerja saat ini. Banyak pencapaian pencapaian yang tidak dirayakan dikarenakan rutinitas pencapaian itu sendiri. Coba periksa berapa besar pencapaian yang telah kita hasilkan. Kita baru saja mendapatkan penjualan besar atau menutup proyek kita, namun tidak kita rayakan dengan gembira karena kembali dihadapi dengan pekerjaan berikutnya.

Wow, kita juga baru saja memahami cara mempengaruhi banyak kehidupan orang untuk mendapatkan lingkungan kerja yang baik. Benar-benar luar biasa jika kita dapat memikirkan hal ini. Terus rayakan kesuksesan kecil di sepanjang jalan kehidupan kita. (a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com