Warga Aceh Datangkan Minuman Khas Tapanuli dari Bona Pasogit


321 view
Foto: Dok/HarimauTobaLaweDesky
Minuman Khas: warga di Aceh Tenggara mengonsumsi minuman khas dari bona pasogit di kafe. Terlihat Ketua Umum Harimau Toba Ramches Patar Hutauruk, Frans Sianipar yang datang dari UAE, Sahara Purba, Piater Manalu dan Sandro Napitupulu.
Kutacane (SIB)
Warga Aceh khususnya yang bermukim di Aceh Tenggara, istimewa yang familiar dengan tuak mendatangkan minuman khas Tapanuli dari bona pasogit. Data lengkap mengenai jumlah belum dapat dipastikan namun, penikmat minuman khas tersebut semakin hari kian banyak jumlahnya.

Demikian diutarakan Ketua Umum Harimau Toba Ramches Patar Hutauruk yang dihubungi via seluler, Kamis (24/9). Pria beristrikan dr Indah Panorangi Tambunan, pengelola Klinik Cinta Kasih dan Apotek Cinta Kasih di Jalan Medan - Kutacane itu mengatakan, minuman khas Tapanuli itu juga menjadi konsumsi tetap warga non-Tapanuli. “Kalau warga Tapanuli, tuak kan suatu keharusan bila ada silaturahim. Tuak yang bermanfaat bagi kesehatan. Itulah sebabnya didatangkan dari bona pasogit,” tambahnya didampingi sejumlah warga Tapanuli yang mengonsumsi tetap minuman khas tersebut seperti, Frans Sianipar, Sahara Purba, Piater Manalu, Sandro Napitupulu.

Ramches Patar Hutauruk memastikan, selain menjadi konsumsi dalam pergaulan, menikmati tuak mengingatkan dan semakin mendekatkan orang-orang Tapanuli dengan bona pasogit. “Tuak itu sudah menjadi bagian kehidupan,” tambahnya sambil mengatakan bila ramuan tuak asli mulai dari nira hingga raru, maka menjadi obat dan meningkatkan stamina.

Tuak pun kini mulai dihidangkan di kafe-kafe. Jika di rumah minum yang biasa dikunjungi warga bona pasogit, sudah menjadi hidangan tetap. “Beruntung di sini karena tuak asli dari bona pasogit yang bahannya asli,” tambahnya.

Frans Sianipari menambahkan, di Aceh Tenggara banyak pohon raru dan sejumlah pepohonan seperti kayu manis, tapi raru yang bagus tetap dari Sibolga atau Tapanuli Tengah. Frans Sianipar mengatakan, tuak pun dipromosikannya di luar negeri sepertu UAE tempatnya mengabdi. Menurutnya, tuak itu setara bahkan lebih dari sake Jepang, makgeolli Korea, sato Thailand, mi jiu China dan tapuy Filipina atau anggur. “Tapi tuak yang dari bona pasogit kan tidak mengutamakan fermentasi dengan kimiawi, tapi alami. Itulah keistimewaannya,” tambahnya.

Ia memastikan, dalam tuak ada kandungan alkohol hingga 20 persen tapi karena dari bahan bagus dan berkualitas, tidak berdampak negatif pada kesehatan. “Yang utama, tuak dari bona pasogit kaya vitamin C dan mengandung antioksidan hingga dapat mengatasi penyakit ginjal, diabetes, minimal menyegarkan tubuh”. (R10/a)