Jangan Jatuh Berkali-kali dalam Keterpurukan


152 view
Internet
Ilustrasi
Di masa pandemi Covid-19 hampir semua sendi kehidupan manusia terpuruk. Namun anehnya masalah-masalah negatif justru mengalami peningkatan, seperti peredaran dan penggunaan narkoba.

Seperti yang disampaikan Badan Narkotika Nasional (BNN), tren peredaran narkotika di masa pandemi Covid-19 justru mengalami peningkatan. "Kalau kita lihat perkembangan peredaran gelap dan penyalahgunaan (narkotika) di Indonesia, terutama pada saat adanya pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung satu tahun ini, pada kenyataannya kita melihat belum adanya penurunan, bahkan kita melihat tren perkembangan yang meningkat," kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen (Purn) Arman Depari seusai pemusnahan barang bukti narkotika di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (24/2).

Arman menuturkan, pada Februari 2021, BNN telah berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu lebih dari 1 ton. Selain sabu, BNN telah menyita narkotika jenis ganja dalam jumlah banyak.

"Ini baru dilakukan penyitaan oleh Badan Narkotika Nasional, belum kita jumlah totalkan dengan hasil sitaan Bea-Cukai dan kepolisian. Tentu kita melihat apakah dengan banyaknya pasokan yang masuk ke Indonesia itu juga mencerminkan meningkatnya pengguna atau penyalahguna narkoba di Indonesia, terutama di dalam atau pada masa pandemi Covid-19," katanya.

Arman juga menerangkan, pihaknya sempat memperkirakan peredaran narkotika menurun karena adanya pembatasan mobilitas masyarakat selama pandemi. Namun ternyata pandemi tidak memengaruhi peredaran narkotika di Indonesia yang terus mengalami peningkatan.

Sebenarnya dengan meningkatnya peredaran narkoba, tingkat keamanan, kenyamanan dan ketenteraman masyarakat itu sedang mengalami penurunan juga. Malah boleh dikatakan, kondisi pandemi yang sudah terpuruk semakin memburuk dengan peningkatan peredaran narkoba.

Tugas kita semakin berat untuk mengawasi keluarga dan lingkungan agar tidak semakin parah terbawa arus penyalahgunaan narkoba. Peredaran narkoba selalu berkorelasi dengan jumlah tindak kriminal di masyarakat seperti perampokan, pencurian bahkan pembunuhan. Belum lagi tentang persoalan sosial dan rusaknya mental manusia yang terkait dengan penurunan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Di saat ekonomi masyarakat terpuruk, mereka malah dihadapkan pada masalah narkoba yang selalu mengincar pengguna baru. Bila salah satu anggota keluarga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, otomatis ekonomi keluarga itu akan terganggu. Karena seorang anak remaja akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang agar bisa membeli narkoba.

Seperti diketahui, tahun lalu BNN menyebut Provinsi Sumatera Utara merupakan daerah dengan pecandu narkoba terbanyak di Indonesia. Lebih dari satu juta orang diperkirakan merupakan penyalahguna narkoba di Sumut.

Pada survei sebelumnya, Sumut menduduki peringkat ketiga di Indonesia dalam hal penyalahguna narkoba. Sekarang ini peringkat satu terbanyak pecandu narkobanya. “Lebih dari satu juta orang,” kata Arman Depari.

Salah satu pemicu tingginya pecandu narkoba di Sumut adalah selain jumlah penduduk yang besar, wilayahnya dekat dengan negara lain sehingga menjadi salah satu pintu masuk penyelundupan narkoba.

Dengan data ini, seharusnya aparat bekerja lebih keras dan sungguh-sungguh lagi agar penyelundupan dan peredaran narkoba bisa ditekan lebih jauh lagi. Sebagai daerah potensial peredaran narkoba, tentu banyak mafia yang terlibat di dalamnya, karena ini merupakan sarana empuk untuk menghasilkan banyak uang.

Para mafia tentu melakukan berbagai cara untuk melanggengkan usahanya, salah satunya dengan melibatkan oknum aparat. Karena siapapun sangat mudah tergoda dengan uang banyak dengan cara yang mudah. Mafia dengan uangnya yang banyak akan memanfaatkan para oknum aparat yang butuh uang tapi lemah iman.

Mereka tak berpikir lagi kalau dampak dari tindakannya itu sudah meracuni masyarakat, khususnya generasi milenial sebagai penerus bangsa. Mereka juga tak takut akibat perbuatannya juga mengancam keluarganya. Saatnya pemerintah bertindak semakin tegas dengan para mafia narkoba dan oknum aparat yang terlibat. Rapatkan barisan, jangan sampai jatuh berkali-kali dalam keterpurukan. (***)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com